Curhat Pedagang Pasar Pasty Terdampak PPKM, Omzet Jutaan Rupiah Raib Hingga Cari Utangan

Para pedagang Pasar Pasty terdampak pandemi hingga pemberlakuan PPKM

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:38 WIB
Curhat Pedagang Pasar Pasty Terdampak PPKM, Omzet Jutaan Rupiah Raib Hingga Cari Utangan
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti meninjau pedagang ikan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty), Kota Jogja, Senin (9/8/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Gemercik air di akuarium seakan menjadi teman sehari-hari Rohman selama menunggu kios berukuran 4x4 meter. Terkadang, pedagang berusia 30 tahun itu mengeluarkan akuarium untuk dibersihkan sambil menunggu pembeli datang.

Rohman yang merupakan salah satu pedagang ikan dan kebutuhan pakan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) hanya bisa bertahan dengan sedikit pembeli setelah dibuka kembali pada awal Agustus lalu. Padahal sebelum diterapkan PPKM, pendapatannya sedikit membaik.

"Sebenarnya sayang, sebelum PPKM 3 Juli lalu omzet saya juga sudah kembali baik, tapi setelah PPKM dan penutupan pasar ini, pendapatan malah turun lagi," keluh Rohman kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Ia mengungkapkan sebelum pemberlakuan PPKM Level 4, omzet yang dia kantongi berkisar Rp800 ribu-1 juta. Bahkan saat akhir pekan bisa mencapai Rp1,2-1,4 juta.

Baca Juga:PPKM Level 4 Diperpanjang, Begini Upaya Pemkot Jogja untuk Atasi Sektor Ekonomi

Berbagai jenis ikan dijual oleh Rohman, mulai dari Ikan Guppy, Koi dan juga Ikan Emas. Tak hanya itu, jenis akuarium, peralatan pembersihan akuarium hingga makanan dan vitamin untuk ikan juga tersedia.

Harus memberi makan ikan agar tetap sehat di tengah situasi PPKM menjadi masalah untuk Rohman. Bagaimana tidak, tak ada pembeli sama sekali saat penutupan, bahkan setelah dibuka belum tentu dalam sehari ada pembeli.

Upaya menjual secara online juga sudah dilakukan. Namun, belum berhasil mendapatkan untung.

"Karena harus tetap menghidupi ikan termasuk juga keluarga di rumah, saya terpaksa cari hutangan dulu. Mengandalkan pendapatan dari ikan tidak banyak hasilnya," kata dia.

Hal itu dia lakukan juga untuk membayar kredit dan juga kontrakan rumah. Ketika sudah jatuh tempo, Rohman kembali mencari bantuan temannya untuk meminjam uang.

Baca Juga:PPKM Level 4 Diperpanjang, Mall di Jogja Belum Boleh Buka

"Kalau ada yang menagih hutang, saya coba lagi cari teman yang bisa membantu sedikit. Ketika ada pendapatan sedikit dari jual ikan, ya saya lunasi. Jadi seperti gali lubang tutup lubang," keluh dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak