Banyak Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Pandemi Covid-19, Begini Langkah Gusdurian

Tidak hanya dari segi materi, bantuan yang diberikan juga berupa pendampingan secara psikologis.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:05 WIB
Banyak Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Pandemi Covid-19, Begini Langkah Gusdurian
Ilustrasi Anak Kecil Termenung. (pixabay.com/731165)

SuaraJogja.id - Kasus anak yang kehilangan orang tua akibat terpapar Covid-19 di Indonesia masih cukup banyak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Gusdurian, sudah ada sebanyak 11 ribu anak yang kehilangan satu atau bahkan kedua orang tuanya selama masa pandemi Covid-19.

Merespons hal ini, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan, sejumlah bantuan kepada anak-anak itu terus disiapkan. Tidak hanya dari segi materi, bantuan yang diberikan juga berupa pendampingan secara psikologis.

"Kalau untuk anak-anak yatim piatu karena Covid-19 itu kita membuka pendaftaran umum dengan online registration. Kemudian kita sudah verifikasi dan kemudian sudah mulai menyalurkan bantuan," kata Alissa kepada awak media, Rabu (18/8/2021).

Saat ini bantuan tersebut sudah mulai disalurkan di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya di Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Timur.

Baca Juga:11 Ribu Anak Kehilangan Ortu Selama Pandemi, Gusdurian Minta Pendampingan Jangka Panjang

Bentuk bantuan yang sudah disalurkan itu sendiri ada yang berupa uang tunai untuk sementara waktu. Nominalnya sendiri mencapai Rp. 1 juta rupiah untuk setiap anak yang kehilangan orang tuanya.

"Tetapi kita mempersiapkan pendekatan yang lebih jangka panjang, yang lebih berbasis infrastruktur," ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Alissa bantuan dengan pendekatan jangka panjang itu dapat berupa mengenai kelanjutan sekolah si anak hingga yang tidak boleh dilupakan adalah pendampingan psikologis.

Untuk pendampingan psikologis anak-anak terdampak pandemi Covid-19 itu sendiri, Alissa menyebut Gusdurian di tingkat lokal telah secara terus menerus melakukan monitoring. Sehingga tidak hanya bantuan secara materi atau fisik saja tapi setelah itu pendampingan terus dilakukan.

Alissa menyatakan program pendampingan secara psikologis itu bahkan juga akan merambah secara online. Nantinya bekerjasama dengan himpunan psikolog yang ada.

Baca Juga:Dampak Pandemi Covid-19, Ganjar Pranowo Sebut Ada 7.756 Jadi Anak Yatim Piatu

"Karena kasihan sekali mereka (anak-anak) yang terdampaknya jangka panjang. Kalau orang isoman sembuh udah. Tapi anak yang kehilangan orang tua itu jangkanya panjang sekali perubahan itu," terangnya.

Diutarakan Alissa, pendampingan secara case by case pada anak yang kehilangan orang tuanya di sejumlah wilayah sendiri telah berjalan. Sementara untuk dukungan himpunan psikolog itu masih terbatas di Jakarta saja saat ini.

"Kalau untuk yang himpunan psikologi ini juga sudah mulai dilaksanakan tapi di Jakarta. Dari UI kalau ngga salah. Temen-temen psikologi UI mulai berjalan. Dan kita akan terus memperkuat itu," tegasnya.

Putri sulung dari mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid itu menilai bahwa saat ini sebenarnya masyarakat sudah responsif. Dalam artian gerakan inisiatif yang dilakukan oleh masyarakat untuk membantu sesama telah berjalan dengan baik.

"Jadi gini, untuk yatim piatu ini sebetulnya sekarang masyarakat responsif. Jadi pemerintah juga ngomong ini, melihat ini sebagai persoalan dan berusaha mengambil langkah. Jadi di data oleh Kemensos, pemerintah kabupaten kota, provinsi mulai mendata. Lalu masyarakat melakukan inisiatif pengumpulan dana dan lain-lain," tuturnya.

Namun yang menjadi kendala adalah bantuan yang datang dari inisiatif masyarakat itu tidak berlangsung lama. Sebab masyarakat hanya mengandalkan kolektif saja dan tidak berbasis lembaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak