alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

7 Kali Gagal, Anak Tukang Bakso Pantang Menyerah hingga Berhasil Jadi Prajurit TNI AD

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:39 WIB

7 Kali Gagal, Anak Tukang Bakso Pantang Menyerah hingga Berhasil Jadi Prajurit TNI AD
[ilustrasi] Sejumlah prajurit TNI AD mempersiapkan perlengkapan pameran di Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/12).

Juminto sempat merasa tidak sanggup mendukung cita-cita anaknya itu menjadi prajurit TNI AD.

SuaraJogja.id - Perjuangan berat dilalui seorang anak tukang bakso yang memiliki tekad kuat untuk mengjear cita-cita menjadi prajurit TNI AD.

Ialah Serda Dodi Wardiono, yang sempat berkali-kali gagal dalam pendaftaran sebelum akhirnya berhasil menjadi seorang tentara.

Dodi mengungkapkan, dirinya merupakan anak pedagang bakso. Tak mudah baginya berada di posisi yang tealah ia capai saat ini sebagai abdi negara.

Juminto, ayah dari Serda Dodi Wardiono memakaikan seragam prajurit TNI AD sang anak sebelum Dodi berangkat kembali bertugas. ANTARA/HO-TNI AD
Juminto, ayah dari Serda Dodi Wardiono memakaikan seragam prajurit TNI AD sang anak sebelum Dodi berangkat kembali bertugas. ANTARA/HO-TNI AD

Dirinya berkali-kali mendaftar jadi prajurit, tetapi berkali-kali pula menghadapi nasib belum beruntung. Baru pada pendaftaran ketujuh, Dodi berhasil.

Baca Juga: Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil

"Setiap ada pembukaan saya daftar, sampai tujuh kali totalnya saya daftar," kata Dodi.

Ketika itu, keluarganya sampai pesimistis dengan cita-cita Dodi menjadi prajurit TNI AD. Keluarga mendengar cerita-cerita dari orang, bahwa orang yang ingin menjadi tentara harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

"Saya modal nekat dan niat, saya bilang sama orang tua saya biar saya coba sendiri, saya jalani sendiri cukup dengan doa, insyaallah. Alhamdulillah, terkabul dengan doa orang tua," katanya.

Kini, Dodi bertugas di Dinas Penerangan TNI AD bagian videografi.

Juminto, ayah Dodi, mengatakan, dari usia tujuh tahun putranya itu sudah bercita-cita menjadi prajurit TNI AD.

Baca Juga: Viral Diduga Aniaya Tetangga di Kramat Jati, Oknum Anggota TNI AD Diperiksa Kodim

Namun, Juminto sempat merasa tidak sanggup mendukung cita-cita anaknya itu karena mendengar kabar bahwa menjadi prajurit memerlukan biaya yang sangat besar.

Sementara itu, Juminto merupakan seorang pedagang kecil, yang awalnya adalah pedagang bakso keliling menggunakan gerobak dan cuma bisa mengontrak di rumah sederhana.

"Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya," kata Juminto. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait