Sebanyak 723 Kyai Pengasuh Ponpes Meninggal Dunia Akibat Terpapar COVID-19

ratusan kyai meninggal dunia akibat Covid-19

Galih Priatmojo
Jum'at, 27 Agustus 2021 | 14:28 WIB
Sebanyak 723 Kyai Pengasuh Ponpes Meninggal Dunia Akibat Terpapar COVID-19
Ketua Satgas COVID-19 Baznas Indonesia, Saidah Sakwan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (27/08/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - COVID-19 ini nampaknya membunuh siapa saja tanpa terkecuali, termasuk para kyai di pondok pesantren (ponpes). Berdasarkan data Kemenag RI, sebanyak 723 kyai yang mengajar di berbagai ponpes di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

"Padahal satu kyai itu muridnya kadang 10 ribu kan," ujar Ketua Satgas COVID-19 Baznas Indonesia sekaligus Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (27/08/2021).

Karenanya Baznas, menurut Saidah membuat program "Kita Jaga Kyai" agar tidak semakin banyak kyai yang terpapar COVID-19. Apalagi saat ini banyak klaster penularan COVID-19 muncul di ponpes.

Program tersebut direalisasikan melalui vaksinasi massal di ponpes-ponpes. Vaksinasi dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi penularan virus yang cukup besar di ponpes karena kyai dan para santri yang kontak erat setiap harinya.

Baca Juga:Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 795 orang, Paling Banyak dari Sleman

Di DIY, vaksinasi massal sudah dilakukan di Ponpes Krapyak 3.000 kyai dan santri. Di Sleman, vaksinasi diikuti 1.000 santri dan kyai.

"Kemudian di pesantren mualimin [vaksinasi diikuti] 1.000 orang. Kita coba mempercepat vaksinasi di kalangan santri," jelasnya.

Saidah menyebutkan, Baznas juga melaksanakan program mitigasi. Diantaranya dengan pemeriksaan kesehatan kepada semua kyai, terutama pengasuh ponpes.

Ruang isoman juga disediakan bagi kyai yang tidak memungkinkan untuk isolasi di ponpes saat terpapar virus. Namun bila mereka tetap memilih isoman di ponpes pun, sejumlah paket obat untuk isoman juga diberikan.

"Karena kita berkeyakinan kalau anak-anak dan kyainya tervaksin maka proses belajar mengajar maka orang-orang yang berdedikasi untuk keagamaan itu akan kita perkuat," ungkapnya.

Baca Juga:Uji Coba Pembukaan Mall di DIY Masuk Hari Ketiga, Kunjungan Masih Landai

Saidah menambahkan, Baznas juga mensuport santri yang terpapar COVID-19 saat isolasi. Contohnya 86 santri dan kyai Pesantren Bumi Cendekia yang harus isolasi di rumah susun asrama Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM setelah terpapar COVID-19.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak