Terdampak Pembangunan Tol, Padukuhan di Sleman Ini 'Hilang' Sampai 50 Persen

Proyek Tol Jogja-Bawen caplok sebagian besar wilayah permukiman di Sanggrahan

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 03 September 2021 | 16:21 WIB
Terdampak Pembangunan Tol, Padukuhan di Sleman Ini 'Hilang' Sampai 50 Persen
Wilayah Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman yang terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen, Jumat (3/9/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen memakan hampir sebagian besar wilayah pemukiman warga di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Bahkan hampir lebih dari 50 persen padukuhan tersebut hilang atau tergusur. 

Jogoboyo (Kasi Pemerintahan) Kalurahan Tirtoadi Heky Prihantoro menuturkan untuk di wilayah Tirtoadi sendiri tercatat ada 5 padukuhan terdampak proyek tol Yogya-Bawen. Salah satu lokasi paling banyak terdampak yakni di Padukuhan Sanggrahan. 

"Kalau Sanggrahan hampir secara wilayah administrasi hampir separuh hilang untuk jalan tol yang Yogya-Bawen," kata Heky ditemui awak media di Kantor Kalurahan Tirtoadi, Jumat (3/9/2021). 

Heky menyatakan ada lebih kurang 265 total bidang yang terdampak proyek tol Yogya-Bawen. Belum jika ditambah dengan fasilitas umum yang bisa mencapai 300an bidang lebih.

Baca Juga:Hadapi Persija Jakarta di Laga Perdana Liga 1 2021, PSS Sleman Maksimalkan Persiapan

Dari total keseluruhan bidang tersebut sebagian besar memang berada di Padukuhan Sanggrahan. Termasuk juga rumah dari warga yang ikut tergusur akibat proyek jalan tol itu.

"Sanggrahan itu hampir 90 rumah, pemukiman. Kalau tanah itu sekitar 80an bidang dari total seluruh yang terdampa," ucapnya 

Bahkan tidak hanya proyek jalan tol Yogya-Bawen saja yang akan melewati Padukuhan Sanggrahan. Disebutkan Heky, ruas tol Yogya-Solo juga akan menggusur bidang-bidang milik warga yang ada.

"Belum lagi besok yang Yogya-Solo. Ketika itu (tol Yogya-Bawen dan Yogya-Solo) digabungkan wilayah administrasi di Padukuhan Sanggrahan nantinya berkurang hingga 50-an persen," terangnya. 

Heky menyebut bahwa pemerintah setempat tidak akan melakukan relokasi menyusul banyaknya wilayah warga yang terdampak tol. Heky lebih menyerahkan keputusan pindah rumah itu kepada warganya yang terdampak. 

Baca Juga:Sebanyak 60 Persen Nakes di Sleman Sudah Menerima Booster

"Tidak direlokasi. Kami dari pemerintah Kalurahan, kami percayakan sepenuhnya kepada warga untuk menggunakan uangnya," ucapnya.

Disampaikan Heky mayoritas warga yang terdampak tol masih memilih untuk bertahan di wilayah Sanggrahan atau sekitarnya. Tetapi juga tidak sedikit yang memilih untuk pindah ke luar Sanggrahan untuk mencari tempat tinggal baru.

"Tetapi mayoritas itu warga masih punya tanah di lain tempat dalam arti masih di wilayah Sanggrahan tetapi seadaanya. Dalam arti ada yang membangun di area persawahan karena memang tidak mau pindah dari Sanggrahan. Tetapi ada juga yang pindah keluar Sanggrahan," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak