alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunung Merapi 19 Kali Luncurkan Lava ke Barat Daya, Jarak Maksimal 1,5 Kilometer

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 06 September 2021 | 10:53 WIB

Gunung Merapi 19 Kali Luncurkan Lava ke Barat Daya, Jarak Maksimal 1,5 Kilometer
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

"Teramati 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.000 - 1.500 meter ke arah barat daya."

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Meski belum ada awan panas yang muncul tapi guguran lava juga masih terus terjadi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, dalam periode pengamatan Senin (6/9/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB tercatat sejumlah guguran lava itu meluncur ke arah barat daya.

"Teramati 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.000 - 1.500 meter ke arah barat daya," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/9/2021).

Dalam periode pengamatan kali ini juga terlihat munculnya asap sulfatara di puncak kawah. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga: Masih Siaga, Sepekan Gunung Merapi Luncurkan 6 Kali Awan Panas dan 80 Kali Guguran Lava

Sejumlah kegempaan masih terus terjadi dari Gunung Merapi dalam periode tersebut. Kegempaan itu di antaranya berasal dari kegempaan guguran 38 kali, hembusan 25 kali, low frekuensi sebanyak 35 kali, lalu ada hybrid atau fase banyak 2 kali.

Sementara jika dibandingkan dengan periode pengamatan sebelumnya atau tepatnya pada Minggu (5/9/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB juga tidak teramati awan panas guguran yang keluar.

Dalam periode 24 jam tersebut juga hanya teramati guguran lava. Namun justru intensitas guguran itu lebih rendah jika dibandingkan dengan periode terbaru.

"Teramati 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.000 - 2.000 meter ke arah barat daya," ucapnya.

Sejumlah kegempaan yang masih terjadi dalam periode tersebut berasal yang paling banyak dari kegempaan guguran yakni sebanyak 188 kali. Selanjutnya disusul oleh kegempaan hembusan 109 kali, low frekuensi 51, hybrid atau tektonik jauh 15 kali dan vulkanik dangkal 1 kali.

Baca Juga: Update Merapi, Keluarkan 4 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait