alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jumlah Pasien di Isoter Sleman Berkurang Pesat, Tiga Tempat Ini Nol Pasien Covid-19

Galih Priatmojo Senin, 27 September 2021 | 14:52 WIB

Jumlah Pasien di Isoter Sleman Berkurang Pesat, Tiga Tempat Ini Nol Pasien Covid-19
Suasana Asrama Haji Yogyakarta yang digunakan untuk lokasi karantina mandiri yang disediakan Pemkab Sleman, Selasa (19/5/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Sejumlah ruang isolasi terpadu di Sleman nol pasien.

SuaraJogja.id - Jumlah pasien terkonfirmasi positif di DIY sebanyak 61 kasus terhitung 26 September 2021. Dengan demikian, jumlah kasus Covid-19 di DIY total menjadi 154.556 kasus.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Sleman menyumbang angka kasus sebanyak 25 kasus. Namun demikian, jumlah pasien di isolasi terpadu (isoter) terdata berkurang drastis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menyebutkan, di Rusunawa MBR Gemawang ada dua orang diisolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini total ada 107 bed tersedia.

Demikian juga di Asrama Universitas Islam Indonesia hanya ada dua pasien diisolasi.

Baca Juga: Ki Bayu Sugati Wafat, Disbud Sleman: Ia Sosok yang Berpengaruh Dalam Pelestarian Budaya

"Di Asrama Haji, Asrama UNISA, Rusunawa UNY nol pasien diisolasi," terangnya, Senin (27/9/2021).

Selain di tiga isoter tadi, kondisi isoter Covid-19 lain juga hanya sedikit kamar dan tempat tidur digunakan oleh pasien.

Misalnya di PIAT UGM diisi tiga pasien sedang isolasi dan di BBWSSO ada 13 pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menuturkan,  seiring sudah adanya penurunan jumlah mengurangi jumlah TT, pihaknya juga telah mengefektifkan dan mengefisiensi jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di bangsal perawatan Covid-19.

Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada serta menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan penularan Covid-19. Selain itu, segera mengikuti vaksinasi.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Tambah 61 Orang, Terbanyak dari Sleman

Pemkab Sleman juga akan terus melakukan upaya maksimal dalam menurunkan angka kasus. Termasuk juga menurunkan tingkat kematian.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait