Wapres Minta NU Turut Perangi Narasi Hoaks Mengenai Pandemi Covid-19

Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua sisi.

Galih Priatmojo
Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:48 WIB
Wapres Minta NU Turut Perangi Narasi Hoaks Mengenai Pandemi Covid-19
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutannya dalam acara Seminar Nasional dalam rangka Peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Tahun 2021 secara virtual di kediaman resmi Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2021). (Dok. KIP-Setwapres)

SuaraJogja.id - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak warga Nahdlatul Ulama agar menjadi yang terdepan dalam mengatasi segala permasalahan sosial, seperti melawan narasi hoaks soal pandemi COVID-19.

"Pada malam peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, saya hanya ingin mengajak kita konsisten untuk melakukan al-himayah wa taqwiyah. Al-himayah artinya menjaga umat. Ini menjadi penting karena banyak persoalan yang harus kita hadapi pada saat ini," ujar Wapres dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diikuti secara virtual dari Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/10/2021).

Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua sisi. Dari sisi positif, segala informasi dapat cepat tersampaikan, namun apabila tidak disaring secara jernih justru berdampak pada munculnya berbagai berita yang menyesatkan sehingga antara yang benar dan keliru menjadi tersamarkan.

"Kita harus jaga umat dari berbagai informasi atau berita-berita yang menyesatkan. Karena adanya kemajuan teknologi informasi yang luar biasa, sehingga terjadi berbagai informasi antara yang benar dan yang keliru. Orang menyebutnya era post-truth. Bahasa populernya, berkeliarannya hoaks atau berita bohong," kata Wapres.

Baca Juga:Wapres Ma'ruf Amin Beberkan Alasan Pemerintah Geser Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW

Menurutnya, sangat berbahaya apabila informasi yang dikonsumsi tidak diteliti secara selektif. Bahkan di dalam informasi itu tak jarang terdapat provokasi yang memang sengaja diproduksi untuk memecah-belah.

"Kita harus menjaga umat dari provokasi. Banjir informasi dan tidak bisa dideteksi secara pasti mana yang fakta dan opini. Semua kabur, samar. Ini sangat berbahaya, bisa memecah belah umat dan bangsa apabila kita tidak bisa menjaga umat dari informasi-informasi menyesatkan," kata dia.

Maka dari itu, Wapres berharap agar warga NU mampu konsisten menjaga umat dari bahaya akidah, cara berpikir, dan penafsiran terhadap teks keagamaan yang menyimpang, utamanya di masa pandemi COVID-19.

"Sesuai dengan ajaran NU yang kita anut, sebagai paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah, kita berpikir secara moderat, dinamis, dan berpegang pada manhaj yang sudah digariskan para pendiri NU," kata dia.

Baca Juga:Wapres Ma'ruf Amin Jelaskan Alasan Pemerintah Geser Libur Maulid Nabi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak