alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wajib Masuk Giwangan, Bus Pariwisata Bakal Dapat Stiker untuk Diizinkan Parkir di Jogja

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:35 WIB

Wajib Masuk Giwangan, Bus Pariwisata Bakal Dapat Stiker untuk Diizinkan Parkir di Jogja
Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menunjukkan stiker dan juga kartu tanda parkir saat konferensi pers di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/10/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Setiap pelaku perjalanan dengan bus harus mengantongi stiker agar bisa masuk ke Kota Jogja.

"Aplikasi sudah ada, hanya sistemnya yang sedang kami minta disempurnakan. Sehingga setelah selesai, Sabtu Minggu nanti bisa kita lihat," ujar dia.

Menyusul diterapkannya one gate system, Dishub juga sudah memberikan tanda di wilayah lain seperti Sleman untuk mengarahkan bus pariwisata melewati Jalan Ring Road Selatan. Selanjutnya bus-bus masuk ke dalam Terminal Giwangan dan akan diperiksa.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memimpin konferensi pers penerapan masuknya bus wisata di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/10/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memimpin konferensi pers penerapan masuknya bus wisata di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/10/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Jadi semua penumpang nanti wajib menunjukkan kartu vaksin atau aplikasi pedulilindungi yang sudah terintegrasi dengan bukti vaksinnya," ujar dia.

Disinggung terkait kemungkinan bus yang nekat masuk dan memilih parkir di ruas atau pinggir jalan di Kota Jogja, Agus mengatakan akan langsung menindak bus tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Dr Wahidin Dilanjut, Pedagang Keluhkan Material yang Tutupi Jalan

"Kami minta harus segera pergi, intinya mereka masuk ke Jogja harus punya stiker dan kartu tanda parkir itu," kata Agus.

Terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan kebijakan one gate system itu bukan untuk mempersulit wisatawan. Namun upaya itu dilakukan agar tidak menimbulkan kasus baru di tengah kondisi penyebaran Covid-19 yang sangat landai di Jogja.

"Jadi, jangan sampai landainya kasus di Jogja malah kembali naik. Kita tahu di luar muncul klaster-klaster Covid-19. Harapannya jangan sampai terjadi seperti di luar Jogja," kata Heroe di sela konferensi pers.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait