Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus, Muhadjir Effendy Minta Warga Tak Mudik Dulu

Muhadjir Effendy imbau warga tidak mudik saat Natal dan Tahun Baru nanti

Galih Priatmojo
Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:18 WIB
Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus, Muhadjir Effendy Minta Warga Tak Mudik Dulu
Situasi Stasiun Kota Medan saat masa libur Natal 2020 dan Tahun baru 2021. [Antara]

SuaraJogja.id - Pemerintah menghapus cuti bersama jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja di Solo, Rabu (27/10/2021).

Dalam kesempatan yang sama Muhadjir Effendy mengimbau warga tidak mudik pada akhir tahun guna mencegah peningkatan mobilitas yang dapat menyebabkan lonjakan penularan COVID-19.

"Pokoknya sementara jangan punya rencana mudik, jadi tidak usah beli tiket dulu," katanya seperti dikutip dari Antara.

Ia juga mengemukakan kemungkinan pemerintah memperketat pembatasan aktivitas warga menjelang akhir tahun guna mencegah peningkatan penularan virus corona.

Baca Juga:Kunjungi Kendari, Menteri PMK Muhadjir Effendy Bagikan Gulali ke Anak SD

"Kemungkinan besar akan kami atur secara ketat seperti tahun lalu, jangan dicurigai macam-macam, ini demi keselamatan dan kemaslahatan masyarakat Indonesia," katanya.

Menurut dia, pemerintah sudah menghapus cuti bersama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna menekan pergerakan warga.

"Nataru tidak ada cuti, libur tanggal merah kan hari Sabtu semua itu," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan penularan COVID-19 akibat peningkatan pergerakan warga pada akhir tahun.

"Walaupun sekarang kasus COVID-19 sudah landai dan turun, tidak boleh kemudian kita lengah, harus tetap waspada tinggi," katanya.

Baca Juga:Menko PMK Muhadjir Effendy Ingatkan Hak Pekerja Migran Harus Dipenuhi

"Nataru ini kalau kita los tanpa ada pembatasan atau aturan, biasanya diikuti dengan pergerakan orang besar-besaran dari satu tempat ke tempat yang lain, kemudian pasti akan dibarengi dengan kasus COVID-19," ia menambahkan.

Dia mengatakan, pemerintah berusaha membatasi pergerakan warga guna mencegah terjadinya gelombang ketiga penularan COVID-19 seperti di negara lain.

"Sekarang kan Eropa hampir semua negara mengalami kenaikan (kasus) yang sangat drastis. Amerika Selatan, kemudian Singapura, yang kemarin katanya paling hebat menangani COVID-19, sekarang justru mengalami keparahan yang luar biasa. Jepang juga, Korea Selatan juga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak