Profil Cut Nyak Dien dan Perjuangan Melawan Belanda di Aceh

Kegigihan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh ini tak bisa diragukan lagi. Berikut profil dan perjuangan Cut Nyak Dien.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 02 November 2021 | 11:20 WIB
Profil Cut Nyak Dien dan Perjuangan Melawan Belanda di Aceh
Cut Nyak Dien (ist)

Belanda mengalami kekacauan hingga mengganti beberapa Jenderalnya. Dari Jakobus Ludovicius Hubertus Vel hingga Jenderal Johannes Benedictus Van Heuzt. Kelompok Marecaussee datang ke Aceh membuka jalan Belanda sedikit lebar untuk menguasai Aceh. Setelah kelompok tersebut dibubarkan, Jenderal Jhon memanfaatkan ketakutan warga Aceh, untuk mencari informasi.

Ia mengetahui rencana Teuku Umar yang akan menyerang Meulaboh pada 11 februari 1899. Sebelum hal itu terjadi Belanda membunuh Teuku Umar, Cut Gamblang yang tau ayahnya meninggal menangis histeris.

Cut Nyak Dien menegarkan anaknya dengan tamparan dan mengatakan "Sebagai perempuan Aceh, Kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang Syahid".

Cut Nyak Dien melanjutkan perjuangan suaminya dengan menggunakan pasukan kecilnya kepedalaman Aceh. Kondisi fisik Cut Nyak Dien yang semakin menurun mangakibatkan kekalahan pada 1901. Pang Laot anak buah Cut Nyak Dien memberitahukan keberadaan markas pada Belanda, mereka semua terkejut melihat Belanda datang tiba-tiba dan menangkap Cut Nyak Dien.

Baca Juga:TNI Polri Diserang Kelompok Bersenjata, Ini Kata Eks Panglima GAM

Putrinya Cut Gamblang berhasil melarikan diri kepedalaman Aceh. Setelah penangkapan Cut Nyak Dien dibawa ke Aceh dan diobati penyakitnya hingga sembuh. Namun setelah itu ia dibuang di Sumedang, sebab Belanda. Takut ia menciptakan semangat Aceh untuk melawan Belanda.

Cut Nyak Dien diasingkan bersama tahanan politik Aceh. Hingga ulama Ilyas menyadari Cut Nyak Dien adalah seorang ahli agama, ia dijuluki Ibu Perbu. Cut Nyak Dien tutup usia pada 6 November 1908 sebab sudah tua.

Namun makam baru ditemukan pada 1959 atas perintah Gubernur Aceh Ali Hasan. Cut Nyak Dien ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 2 Mei 1964 melalui SK. Presiden RI No. 106 tahun 1964.

Itulah kisah perjuangan seorang Cut Nyak Dien. Seorang pahlawan wanita Indonesia yang berasal dari Aceh.

Kontributor : Cahya Hanifah

Baca Juga:Teuku Ryan Digosipin Rela Tinggalkan Kerja di Aceh Demi Ria Ricis, Begini Kata Keluarga

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak