"Nah penerapan sistem reservasi Visiting Jogja juga terus kita gerakkan, karena ini merupakan bagian dari protokol kesehatan itu sendiri," ucapnya.
Bahkan Dispar DIY juga memberikan diskon 50 persen kepada wisatawan yang melakukan reservasi terlebih dahulu di aplikasi Visiting Jogja. Tujuannya untuk memastikan kapasitas di satu tempat wisata nantinya tidak membludak.
"Jadi bisa dicek nanti kalau kemudian klik untuk satu tempat wisata, lalu memilih tanggalnya kemudian berapa orang, terus kalau nanti muncul ada vouchernya klik aja vouchernya nanti dapat 50 persen diskon tapi tidak semuanya," terangnya.
"Itu baru untuk men-trigger supaya wisatawan bisa reservasi dan membayar langsung. Ini khusus untuk yang membayar langsung di Visiting Jogja, kalau bayar di loket itu tidak kita berikan diskon," sambungnya.
Baca Juga:Panen Padi di Banyuwangi, Puan Dorong Pertanian Dijadikan Agrowisata
Selain pembatasan kapasitas jumlah kunjungan, Singgih memastikan bahwa semua tempat wisata yang kembali buka telah memenuhi persyaratan dari pemerintah terkait penerapan prokes. Baik dengan penerapan PeduliLindungi hingga sertifikasi standar CHSE.
"Syarat utamanya adalah penerapan PeduliLindungi ya, kemudian dan protokol kesehatan standar CHSE. Nah bagi yang belum mengantongi CHSE ini juga kita pastikan verifikasi oleh Satgas Covid-19 setempat seperti yang di 2020 lalu. Kami juga kerja sama dengan gakkum di Satpol PP, TNI, Polri untuk memantau kondisi di lapangan," tandasnya.