Mayoritas Pasien Covid-19 di Sleman OTG, Pemkab Kesulitan Arahkan ke Isoter

pasien Covid-19 saat ini mayoritas berstatus OTG sebab sudah banyak masyarakat yang divaksin, sehingga antibodi telah terbentuk.

Galih Priatmojo
Selasa, 16 November 2021 | 17:52 WIB
Mayoritas Pasien Covid-19 di Sleman OTG, Pemkab Kesulitan Arahkan ke Isoter
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyebutkan, saat ini mayoritas pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sleman berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menjelaskan, pasien Covid-19 saat ini mayoritas berstatus OTG sebab sudah banyak masyarakat yang divaksin, sehingga antibodi telah terbentuk.

"Namun tetap masih berbahaya. Apalagi sampai menularkan kepada orang yang belum vaksin. Karenanya, kami meminta bagi pasien yang dinyatakan positif agar mematuhi isolasi," ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Cahya mengimbau agar pasien Covid-19 walaupun berstatus OTG agar menjalani isolasi di selter agar lebih aman. Selama ini, pihaknya mengaku sedikit kesulitan untuk mengarahkan pasien positif ke tempat isolasi terpadu (isoter).

Baca Juga:Timses Lurah Terpilih Diduga Keroyok Timses Lawan di Sleman

"Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat sudah turun untuk memotivasi ke isoter. [Tapi tidak mau] karena mereka merasa tidak sakit. Akhirnya pasien isoman, dengan perjanjian pengawasan ketat, baik lingkungan dan dari kelurahan," kata dia.

Tujuan pasien Covid-19 menjalani isolasi di isoter karena dinilai lebih aman untuk melokalisasi agar virus tidak menyebar.

Diketahui, saat ini kondisi isoter di Kabupaten Sleman sudah kosong, seluruh pasien sudah pulang, dinyatakan sudah sembuh.

Sementara untuk data kasus terbaru Kabupaten Sleman, tercatat ada sebanyak dua kasus dengan positif rate 0,12%. Akumulasi kasus konfirmasi menggunakan tes PCR ada sebanyak 43.149 kasus dan konfirmasi dengan tes antigen 11.562 kasus.

"Angka sembuh di Kabupaten Sleman 95 persen. Akumulasi konfirmasi meninggal ada 2.404 kasus," ungkap Cahya.

Baca Juga:52 TK Di Sleman Sudah Dapat Izin PTM Terbatas, Jam Belajar 1 Jam

Sejumlah Klaster Sebabkan Zona Merah

Adanya sejumlah klaster yang merebak di sejumlah wilayah, saat ini ada kalurahan di Kabupaten Sleman masuk zona merah.

Cahya Purnama mengatakan, empat kalurahan yang masuk dalam zona merah tersebut yakni Baturaden dan Nogotirto (Gamping), Lumbungrejo (Tempel), serta Sumberrahayu (Moyudan).

"Banyuraden dan Nogotirto karena ada klaster, Lumbungrejo klaster keluarga," ungkapnya.

Ia menuturkan, saat ini tracing klaster-klaster yang ditemukan sudah selesai. Pasalnya, hasil tracing lanjutan yang dilakukan sudah menunjukkan hasil negatif.

"Klaster takziah temuan terakhir 85 orang. Klaster pabrik tahu 12, klaster keluarga di Nogotirto ada empat kasus," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak