Sempat Dipakai Obati Covid-19, Penelitian Soal Terapi Sel Punca Masih Jalan di Tempat

Persoalan serius lain yang menghambat kemajuan terapi sel punca, lanjut Bachtiar adalah kepercayaan masyarakat.

Galih Priatmojo
Kamis, 25 November 2021 | 19:07 WIB
Sempat Dipakai Obati Covid-19, Penelitian Soal Terapi Sel Punca Masih Jalan di Tempat
ilustrasi terapi stem cell atau sel punca

SuaraJogja.id - Penelitian pemanfaatan terapi berbasis stem cell atau sel punca semakin pesat sepuluh tahun terakhir. Bahkan selama pandemi COVID-19, terapi sel punca banyak diiberikan pada pasien pneumonia untuk bisa bertahan hidup dan mempercepat pemulihan perawatan pasien ICU.

Namun hingga saat ini penelitian tersebut seperti jalan di tempat. Meski terapi sel punca sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi bisa mengatasi badai sitokin pasien COVID-19, pengobatan ini belum dipelajari secara rinci dalam bentuk studi uji klinis yang melibatkan lebih banyak rumah sakit dan jumlah pasien yang mencukupi sesuai kaidah uji klinis.

"Saat ini penelitian baru sebatas studi kasus,"ujar Direktur PT Tristem Medika Indonesia,Indra Bachtiar disela Forum Riset Industri UGM secara virtual, Kamis (25/11/2021).

Menurut Indra, proses manufaktur juga menjadi masalah utama yang dihadapi secara global. Sebelum pemberian sel punca ke subyek manusia, proses pembuatan yang sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Benar(CPOB).

Baca Juga:Darurat Kekerasan Seksual, BEM UGM Desak Permendikbudristek No 30 Segera Diimplementasikan

Uji klinis juga terkendala produk sel yang diproduksi harus mempunyai kualitas yang tinggi dan bebas dari kontaminasi.  Terapi sel punca pun harus bisa mempertahankan sifat Genotip dan Fenotip nya.  

"Analisis genetik terperinci seperti penyimpangan kromosom, seperti karyotyping sebelum perawatan berbasis sel apa pun juga jadi syarat. Selain itu heterogenitas kultur karena pengerjaan sel yang tidak berdiferensiasi atau salah berdiferensiasi dapat menyebabkan risiko tumorigenik atau imunogenik yang substansial bagi penerima," jelasnya.

Persoalan serius lain yang menghambat kemajuan terapi sel punca, lanjut Bachtiar adalah kepercayaan masyarakat. Banyak pihak yang masih lebih percaya pada terapi konvensional karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengobatan ini.

Apalagi terapi ini  membutuhkan biaya yang cukup besar. Akibatnya penelitian teknologi sel punca mengalami kekurangan data  pendukung baik dari sisi keamanan maupun dari sisi efikasi.

"Akibatnya terapi ini belum banyak di akui oleh dunia kedokteran," ujarnya.

Baca Juga:Waspada Banjir Longsor Dampak La Nina, Pakar UGM Sarankan Ronda Malam Antisipasi Bencana

Karenanya kerja sama dengan perguruan tinggi (PT) seperti UGM sangat penting dilakukan untuk mempercepat kemajuan terapi sel punca ini, seperti proses manufacturing. Kerja asama tersebut akan membuat banyak produk riset sel punca yang diuji klinis kepada pasien.

Sebab saat ini penelitian sel punca di berbagai PT pun baru sebatas penelitian dasar. Belum banyak riset yang mengarah pada terapan.

"Bila kerja sama antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah bisa terjalin maka produk sel punca dalam negeri bisa berkembang dan dimanfaatkan masyarakat sehingga bisa mengurangi 95 persen ketergantungan bahan baku yang impor," tandasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak