facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Ada 26, 9 Kapanewon Nol

Eleonora PEW Senin, 13 Desember 2021 | 09:25 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Ada 26, 9 Kapanewon Nol
Ilustrasi covid-19 (pixabay.com)

Pasien isolasi berdasarkan domisili tersebar di delapan dari total 17 kecamatan se-Bantul.

SuaraJogja.id - Dalam satu hari Kabupaten Bantul bertambah satu kasus Covid-19, sehingga kini ada 26 kasus aktif di kabupaten ini dari total kumulatif angka positif mencapai 57.400 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul di Bantul, Minggu (12/12/2021), tambahan kasus baru tersebut berasal dari Kecamatan Sewon.

Kemudian untuk kasus sembuh dari COVID-19 tidak ada data baru, sehingga total angka kesembuhan di Bantul masih di angka 55.805 orang.

Begitu juga dengan kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tidak ada tambahan kasus, sehingga angka kematian masih berjumlah 1.569 orang.

Baca Juga: Satgas Sebut Pasien Covid-19 di Kepri Tinggal Satu Orang

Dengan demikian, jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi maupun karantina di selter dan rumah sakit wilayah Bantul per hari Minggu (12/12) masih 26 orang.

Pasien isolasi itu, berdasarkan domisili tersebar di delapan dari total 17 kecamatan se-Bantul, yaitu Banguntapan tujuh orang, Pleret lima orang, Piyungan empat orang, Sewon tiga orang, dan Kasihan, Jetis, Pandak, masing-masing dua orang, serta Bantul satu orang.

Disebutkan pula ada sembilan kecamatan yang sudah nol kasus aktif COVID-19 karena pasien konfirmasi sudah pulih, yaitu Sedayu, Pajangan, Dlingo, Imogiri, Bambanglipuro, Pundong, Srandakan, Sanden dan Kretek.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, karena pandemi masih belum berakhir.

"Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya. [ANTARA]

Baca Juga: Duh, Kasus COVID-19 di Majalengka Naik Lagi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait