Pendeta Gilbert Tak Ambil Pusing Soal Ucapan Natal: Semua Punya Kaidah, Saling Hargai Saja

Pendeta Gilbert berujar, mengucapkan hari raya adalah upaya saling menghargai dan menghomati kepada umat beragama lain.

Eleonora PEW
Sabtu, 25 Desember 2021 | 19:58 WIB
Pendeta Gilbert Tak Ambil Pusing Soal Ucapan Natal: Semua Punya Kaidah, Saling Hargai Saja
Pendeta Gilbert Lumoindong.[YouTube/Gilbert Lumoindong]

SuaraJogja.id - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ucapan Natal terhadap umat yang merayakan kerap kali menjadi permasalahan bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa warganet mengingatkan, menurut hukum Islam, haram mengucapkan Selamat Natal, tapi sebagian Muslim meyakini itu bukan masalah.

Pendeta Gilbert Lumoindong pun menanggapi soal polemik ucapkan Selamat Natal. Ia menghendaki umat beragama untuk saling menghargai dan menghormati dengan menimbang kaidah masing-masing.

Pendeta Gilbert berujar, mengucapkan hari raya adalah upaya saling menghargai dan menghomati kepada umat beragama lain.

Baca Juga:Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ulama Buya Yahya dan Pendeta Tommy

Dia meyakini, tak ada kewajiban atau keharusan umat beragama untuk mengucapkan hari raya agama lain. Namun, bagi mereka yang mengucapkan hari raya agama lain, itu adalah bagian dari sikap menghormati dan menghargai sebagai sesama umat beragma.

“Jadi itu bukan sesuatu yang diminta dan meminta [diucapkan]. Enggak ucapkan juga enggak apa-apa,” kata Pendeta Gilbert, Jumat (24/12/2021), kepada Hops.id--jaringan Suara.com.

Mengingat masing-masing agama memiliki kaidah, maka pendeta Gilbert menyarankan agar mereka menjalankan kaidah di agama yang diyakini dalam menyikapi ucapan selamat hari raya untuk agama lain.

“Masing-masing kita punya kaidah sendiri. Saling menghargai saja, kalau Natal-nya menjadi masalah, ya bagus kalau kita mengucapkan, misalnya ‘selamat hari raya ya’. Jadi kita harapkan kita saling menjaga kasih dan menghormati, enggak masuk kaidah masing-masing, jadi tidak merusak dan merugikan,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Pendeta Gilbert juga meluruskan isu soal Natal sebagai tanda bahwa Allah beranak Isa.

Baca Juga:Hukum Mengucapkan Selamat Natal untuk Umat Kristiani, Orang Islam Harus Tahu!

Dalam iman Kristen, tidak diyakini demikian. Pendeta Gilbert mengatakan, dalam iman Krsiten, di hari Natal, dikenang masa ketika Bunda Maria mengandung dan melahirkan Yesus.

“Jadi tidak ada hubungannya Allah beranak. Di dalam kitab kan jelas ‘yang akan disebut anak Allah’. Artinya itu sebutannya. Kenapa disebut anak Allah? kita umat Kristen percaya, dia berasal dari Allah, karena dia adalah juru selamat. Sementara umat Muslim juga menghargai Isa Al Masih sebagai nabi,” katanya.

Untuk itu, Penda Gilbert berpandangan, polemik soal ucapan Selamat Natal tak perlu dipusingkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak