Prihatin pada Kecelakaan Laut, Pemkab Bantul Peringatkan Pantai Selatan Bukan Wisata Mandi

Pernyataan tersebut menanggapi kecelakaan laut yang menimpa pengunjung asal Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, bernama Fatih Abdi Muzaki (13).

Eleonora PEW
Kamis, 06 Januari 2022 | 15:57 WIB
Prihatin pada Kecelakaan Laut, Pemkab Bantul Peringatkan Pantai Selatan Bukan Wisata Mandi
[ILUSTRASI] Personel Basarnas Yogyakarta yang disiagakan di sejumlah pantai selatan DIY, Sabtu (15/5/2021). - (SuaraJogja.id/HO-Basarnas Yogyakarta)

SuaraJogja.id - Buntut dari kecelakaan laut baru-baru ini, Pemkab Bantul mengingatkan, semua objek wisata pantai selatan di daerah ini bukan tempat wisata mandi di laut. Bahaya mengancam keselamatan wisatawan yang berniat mandi di laut saat ke pantai.

"Kita ikut prihatin atas kejadian kecelakaan laut baru-baru ini. Kita berharap bahwa pantai selatan tidak dipakai untuk mandi di laut," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Rabu.

Pernyataan tersebut menanggapi kecelakaan laut yang menimpa pengunjung asal Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, bernama Fatih Abdi Muzaki (13), ketika berwisata di Pantai Parangtritis, pada 30 Desember 2021 yang hingga Rabu (5/1) belum ditemukan.

Menurut dia, tempat bermain itu berada di tepi pantai, bukan di laut apalagi sampai mandi sehingga hal ini harus dipatuhi wisatawan

Baca Juga:Belum Izinkan PTM 100 Persen, Bantul Tunggu Hasil Kajian Epidemiologi

"Di tiket sudah kita cantumkan, termasuk bahaya ombak karena ombak yang tenang justru berbahaya. Informasi ini yang perlu kita sampaikan dan kami imbau bahwa pantai selatan tidak cocok untuk berenang atau mandi," katanya.

Kecelakaan laut di Pantai Parangtritis bermula pada Kamis (30/12) sekitar pukul 02.00 WIB rombongan wisatawan dari Pondok Pesantren Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tiba di Pantai Parangtritis,.Kemudian rombongan langsung beristirahat.

Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB, dua orang dari rombongan ponpes, yaitu Fatih Abdi Muzaki (13) dan Dani Ahwan (15) bermain air di pantai, namun tidak lama kemudian Fatih terseret ombak pantai ke tengah, tetapi Dani yang mencoba menolong malah ikut terseret.

Petugas Sarsatlinmas dan SAR Ditpolair yang sedang berpatroli langsung memberikan pertolongan dan korban Dani berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke pantai untuk mendapatkan pertolongan, tetapi Fatih, warga Cibitung, Bekasi, masih dalam pencarian SAR gabungan.

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L Wahyu Efendi dalam pernyataan tertulis mengatakan proses pencarian oleh Tim SAR gabungan terhadap korban kecelakaan laut di Parangtritis sudah dilakukan sejak hari pertama kejadian, setelah ada informasi dari anggota Sarsatlinmas Wilayah 3 Parangtritis.

Baca Juga:Penerapan Ganjil Genap ke Pantai Kabupaten Bantul Efektif Urai Kepadatan

"Segala upaya telah dilakukan SAR gabungan untuk melakukan pencarian korban. Pada hari ini (5/1) pencarian telah memasuki hari ke-7, dan sampai pukul 17.00 WIB, hasil pencarian masih nihil," katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak