facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Arteria Dahlan Kena Tegur Usai Minta Kajati Diganti, PDI Perjuangan: Itu Tidak Etis Disampaikan ke Publik

Galih Priatmojo Kamis, 20 Januari 2022 | 13:41 WIB

Arteria Dahlan Kena Tegur Usai Minta Kajati Diganti, PDI Perjuangan: Itu Tidak Etis Disampaikan ke Publik
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan saat ditemui wartawan di gedung parlemen. (Suara.com/Novian)

Arteria Dahlan ditegur internal PDI Perjuangan usai mengeluarkan pernyataan yang diduga menyinggung suku Sunda

SuaraJogja.id - Pernyataan Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang berbahasa Sunda berbuntut teguran. Teguran tak hanya datang dari publik tetapi juga internal partai PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan diketahui memberikan teguran keras ke Arteria Dahlan terkait pernyataannya yang diduga menyinggung suku Sunda.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Badan Kehormatan Partai Komaruddin Watubun. Komaruddin mulanya menjelaskan, sebuah pernyataan pas atau tidaknya bisa dilihat dari reaksi publik yang mendengarnya.

Dia lalu mengatakan bahwa apa yang disampaikan Arteria terkait Sunda tidak pas dan tidak etis untuk disampaikan ke publik.

Baca Juga: Soal Ucapan Arteria Dahlan, Dedi Mulyadi Tanggapi Bijak: Jadi Pembelajaran Bagi Orang Sunda

“Nah kata-kata yang disampaikan Pak Arteria itu dari segi kedisplinan dan berorganisasi pas atau tidak, ukuran kan ternyata ada reakasi publik yang begitu keras, itu menunjukkan itu tidak etis untuk disampaikan ke publik,” ucap Komaruddin seperti dikutip dari Hops.id.

“Apalagi itu sudah menyangkut mengarah kepada etnis atau suku tertentu, meskipun maksud dia barang kali baik menurut dia, tetapi tidak baik menurut yang menerima kritikan itu. Oleh karena itu dari sisi partai kita memberi teguran,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Komaruddin menuturkan, teguran terhadap Arteria Dahlan akan diberikan pagi ini sesuai AD/ART PDIP. Komaruddin mengatakan, pihak partai telah meninjau fakta yang terjadi di lapangan dan melakukan pengecekan, apakah Arteria melanggar kode etik atau tidak.

“Etik ini kan soal kepantasan kan, barang kali kita ini merasa pantas tapi kalau publiknya merasa tidak pantas berarti ya ini sesuatu yang tidak benar,” tambah Komaruddin.

Sebelumnya diketahui Arteria Dahlan menyampaikan kritik kepada seorang Kajati yang bicara dengan bahasa Sunda dalam rapat kerja Kejagung bersama DPR RI. Arteria meminta kepada Jaksa Agung untuk mencopot Kajati yang menggunakan bahasa Sunda itu.

Baca Juga: Buntut Pernyataan soal Kajati Berbahasa Sunda, Arteria Disentil Sesama Kader: Murtad dari Ideologi PDIP

Menurut Arteria, penggunaan bahasa Sunda dalam rapat formal kurang cocok dan dikhawatirkan akan membingungkan peserta rapat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait