Candra menjelaskan kronologi kejadian sendiri bermula saat seorang pengunjung tersebut kehilangan karcis parkir. Kemudian dari pihak petugas parkir JCM hendak melakukan prosedur yang berlaku salah satunya pengecekan untuk plat nomor dan STNK.
Namun ketika hendak dilakukan verifikasi tersebut dari pengunjung merasa kurang berkenan. Hingga kemudian terjadi dugaan tindakan kekerasan fisik.
Tidak lama setelah itu kemudian dari petugas yang bersangkutan memanggil atasan yang bertugas saat itu. Atasan yang datang pun turut menjelaskan kepada pengunjung untuk membantu proses verifikasi tadi.
"Jadi verifikasi antara plat nomor dan STNK. Untuk plat nomornya ternyata ada perbedaan kemudian dibantu verifikasi ulang. Namun pada saat verifikasi tersebut pengunjung kurang berkenan juga jadi managernya juga terkena dugaan kekerasan fisik juga," ungkapnya.
Baca Juga:Ibu Menyusui Diamankan Kasus Dugaan Penganiyaan, Belasan Advokat Datangi Kantor Polisi
Disampaikan Candra, pengunjung sendiri akhirnya bisa keluar setelah selesai melakukan proses verifikasi. Termasuk dengan membuktikan bahwa kendaraan tersebut milik yang bersangkutan.
Untuk saat ini, kata Candra, pihak manajemen JCM sudah melaporkan dugaan tindak penganiayaan itu ke Polres Sleman agar kemudian ditindaklanjuti. Hingga saat ini kasus tersebut tengah didalami pihak berwajib.
"Jadi untuk dugaan tindakan kekerasan dan lain sebagainya itu kami serahkan ke Polres Sleman saat ini. Untuk jumlah dan posisi pengunjung yang bersangkutan saat ini tidak lanjut kasusnya masih dikembangkan oleh pihak yang berwajib," tandasnya.