Tepat akhir 2016 Stevanus telah bersyahadat namun hanya ibundanya yang tahu. Sedangkan ayahnya tak mengetahui jika anak keduanya sudah memeluk Islam.
Pertengkaran hebat terjadi, kala itu hari Jumat dimana dirinya akan berangkat salah Jumat. Lengkap dengan sarung dan peci, kebetulan dia berpapasan dengan ayahnya di rumah.
"Dia tanya, kamu mau ke mana? Saya bilang salat Jumat. Dijawab ayah saja, 'Oh,' dan tidak ada jawaban lagi. Di masjid perasaan saya sudah tidak enak. Sampai rumah setelah menunaikan salat Jumat, rumah sudah berantakan, ayah saya mengamuk selama saya di masjid," katanya.

Imbasnya, anak-ayah itu tidak berbicara sepatah kata pun. Meski dalam satu rumah seakan tidak ada ikatan antara ayah dan anak.
Baca Juga:9 Pesona Soraya Larasati Berhijab, Makin Cantik Setelah 10 Tahun Jadi Mualaf
Tak hanya ayah Stevanus, saudara dari ayahnya ikut mengecam dan menyayangkan dengan keputusannya. Namun hal itu tak menggemingkan hatinya, Stevanus berusaha belajar sedikit demi sedikit dengan Islam.
Singkat cerita, dirinya dipertemukan dengan perempuan muslim. Lulusan pondok pesantren, dan diharapkan bisa membimbing Stevanus ke jalan Islam yang baik.
Namun perjalanan spiritual Stevanus tak semulus yang dibayangkan. Meski telah bersyahadat, hal itu tak langsung membuatnya istikamah. Banyak cobaan yang dia hadapi bahkan awal 2017 hingga 2018 Stevanus kerap berbuat maksiat.
Bekerja di salah satu bar yang ada di Jogja, tak jarang Stevanus menenggak miras. Bahkan beberapa kali berhubungan dengan wanita lain, padahal saat itu dirinya telah memiliki istri.
"Saya akhirnya ketahuan, ternyata perempuan yang saya tiduri anak di bawah umur. Karena tidak terima saya dipolisikan, saya terlibat kasus UU Perlindungan anak dan 2018 itu saya masuk ke lapas ini (Wirogunan)," terang dia.
Stevanus nampaknya sangat beruntung, istrinya cukup sabar dalam mendampingi suaminya yang cukup bejat saat itu. Bahkan orang tua istri menganggap Stevanus masih bisa berubah dan tetap menganggap dirinya sebagai anak mereka.