facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Departemen Kehakiman AS Perketat Keamanan MA Jelang Putusan Aborsi

Galih Priatmojo Kamis, 12 Mei 2022 | 16:35 WIB

Departemen Kehakiman AS Perketat Keamanan MA Jelang Putusan Aborsi
Orang-orang mengunjungi gedung Mahkamah Agung AS di Washington, Amerika Serikat, 15 Maret 2022. (ANTARA/Reuters/Emily Elconin/as)

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika mendukung hak untuk aborsi.

SuaraJogja.id - Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya memperketat pengamanan anggota Mahkamah Agung AS menjelang putusan yang diambil pengadilan tinggi itu yang diperkirakan dapat mengurangi hak aborsi.

Jaksa Agung Merrick Garland telah mengarahkan Dinas Marshals AS untuk memberikan dukungan tambahan kepada kepolisian yang menjaga sidang pengadilan MA, kata Departemen Kehakiman tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pendukung hak aborsi telah mengadakan protes di luar rumah setidaknya tiga hakim konservatif MA sejak bocornya rancangan pendapat yang menunjukkan bahwa MA sedang bersiap untuk membatalkan Roe vs Wade, keputusan penting pada 1973 yang mengabadikan hak untuk aborsi.

Para pemrotes juga berunjuk rasa di luar gedung MA sejak kebocoran itu dipublikasikan oleh Politico dua minggu lalu.

Baca Juga: Perusahaan Farmasi AS Kembangkan Obat Penurun Berat Badan yang Hasilnya Mirip Operasi Bariatrik

Clarence Thomas, salah seorang hakim MA, mengatakan pekan lalu pengadilan itu tidak akan "dirisak."

Pengadilan MA beranggotakan sembilan orang hakim, enam di antaranya dari kubu konservatif.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika mendukung hak untuk aborsi.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos minggu ini menemukan bahwa 50 persen orang Amerika menyetujui sidang pengadilan itu, turun dari 57 persen pada Desember 2021.

Dinas Marshals, dengan 5.400 karyawan, bertanggung jawab untuk memberikan keamanan di pengadilan federal.

Baca Juga: 5 WNI Telah Disanksi di AS, BNPT: Terlibat Aksi Teroris Berperan sebagai Fasilitator Keuangan ISIS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait