facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belum Ditemukan Kasusnya di Kulon Progo, Dinkes Waspadai Penyakit Hepatitis Akut

Eleonora PEW Kamis, 12 Mei 2022 | 19:08 WIB

Belum Ditemukan Kasusnya di Kulon Progo, Dinkes Waspadai Penyakit Hepatitis Akut
5 Fakta Hepatitis Misterius Yang Menginfeksi 3 Anak Hingga Meninggal (unsplash.com)

Rina mengatakan, yang belum diketahui penyebabnya itu, menjadi perhatian serius pemerintah.

SuaraJogja.id - Penyakit hepatitis akut mendatangkan kekhawatiran meski belum ditemukan kasusnya di DIY, termasuk Kabupaten Kulon Progo. Dinas Kesehatan Kulon Progo pun mewaspadai potensinya masuknya penyakit yang menyerang anak-anak di bawah 16 tahun tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo Rina Nuryatidi di Kulon Progo, Kamis, mengatakan, hepatitis, yang belum diketahui penyebabnya itu, menjadi perhatian serius pemerintah.

"Sampai saat ini, di Kulon Progo tidak ditemukan dan tidak ada laporan dari petugas fasilitas pelayanan kesehatan adanya gejala yang mengarah ke hepatitis. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan, baik dari masyarakat, puskesmas hingga rumah sakit, mengantisipasi bila ditemukan pasien yang mengarah atau gejala hepatitis," katanya.

Ia mengatakan langkah yang dilakukan dinas kesehatan adalah melakukan promosi kesehatan terkait gejala-gejala atau tanda-tanda awal yang patut dicurigai masyarakat mengenai hepatitis yang belum diketahui penyebabnya itu.

Baca Juga: Kasus Hepatitis Akut di Jakarta Bertambah, PSI Minta Pemprov DKI Awasi Ketat PTM

Gejala awal hepatitis biasanya berupa mata, kulit hingga air seni berwarna kuning serta gejala mual, diare, muntah dan demam, tapi tidak tinggi. Kemudian di fase lanjut akan terjadi kerusakan sel-sel hati dan mengakibatkan gejala kuning.

"Edukasi kepada masyarakat bila ada keluhan tersebut segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat ditangani segera," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kulon Progo Eko Damayanti mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pelayanan kesehatan pertama, mulai dari tingkat puskesmas, klinik hingga dokter praktik. Selain itu, di faskes lanjutan di rumah sakit.

"Di faskes pertama lebih ke arah klinis dari skrining hingga riwayat kontak, seperti gejalanya demam, gangguan pencernaan, lemas dan bisa bisa diikuti gejala kuning. Kalau ada gejala-gejala itu, maka petugas kesehatan akan melakukan konfirmasi riwayat kontak, baik ke penderita penyakit serupa atau penyakit-penyakit seperti COVID-19 atau DBD," katanya. [ANTARA]

Baca Juga: Bocah Perempuan di Tamansari Meninggal Terindikasi Hepatitis Akut, Sakit Sejak Awal April

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait