"Seperti di Sarinah yang kini sudah dihidupkan kembali menjadi etalase UMKM serta pusat kebudayaan. Kita akan kembangkan lagi di Medan dan beberapa kota lainnya,"ungkap dia.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi menambahkan pihaknya akan mengupayakan agar bandara dioptimalkan. Bukan hanya sebagai pusat lalu lintas pesawat tetapi juga diharapkan mampu mendukung kesenian dan UMKM. Untuk kegiatan kesenian di YIA sebenarnya sudah rutin digelar.
"Setiap sabtu Minggu, ada 72 Desa Budaya yang rutin mengisi kegiatan kesenian di YIA,"tutur dia.
Dan secara bertahap nantinya semua bandara akan mereka kembangkan seperti YIA yaitu sebagai pusat seni dan budaya serta UMKM. Dan saat ini yang sudah dilakukan adalah di Ngurah Rai Bali, Sukarno Hatta dan juga Banjarmasin.
Sementara dukungan bandara untuk UMKM terbesar sebenarnya ada di bandara di YIA. karena pihaknya menyiapkan lahan 3000 meter untuk UMKM. Ia berharap dengan pertumbuhan penumpang pesawat maka akan dimaksimalkan untuk memveri warna baru.
"Ke depan harapannga akan menjadi bandara yang ramah budaya dan tempat ekspresi berkesenian para seniman,"tutur dia.
Kontributor : Julianto