"Memang benar menjelaskan tentang khilafah namun tidak secara mendetil," kata dia.
Ia menilai materi yang diberikan dalam ceramah tersebut tidak tepat disampaikan di masjid kampung, dan gaya bahasanya bisa diberikan di masjid kampus. Terlebih saat ini Khilafatul muslimin menjadi sorotan menyusul para petingginya diamankan polisi.
"tidak ada kata ajakan. Tetapi yang paling menonjol itu kata 'Khilafah itu bukan ajaran syeitan'. Dalam khotbah yang disampaikan oleh RB juga tidak menjelekkan negara," ungkap dia.
Meski kaget dan tidak setuju tetapi dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak apalagi menegurnya atau menghentikannya. Karena ketika ditegur maka akan membatalkan ibadah jamaah sholat Jumat tersebut.
Baca Juga:Tak Sengaja Salat Jumat Bareng, AHY Nanya ke Ganjar: Rakernas Lancar?
Usai peristiwa tersebut, Yoyok mengaku langsung melakukan koordinasi pengurus atau Takmir Masjid. Mereka melakukan evaluasi berkaitan dengan peristiwa tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran.
"Kami akan lebih selektif lagi ketika mencari khotib. Dan untuk jadwal beliau (RB) semuanya kami cancel atau batalkan," kata dia.
Kepala Seksi Dakwah Masjid Baiturahman, Yulianto menambahkan, agar peristiwa tersebut tidak terulang maka ke depannya Takmir Masjid akan menyeleksi terlebih dahulu materi yang akan disampaikan kepada Jamaah Sholat Jumat. Mereka akan memilah materi apa saja yang diperkenankan untuk disampaikan.
"Pak RB itu dari tetangga kampung. Kami tidak mengetahui keseharian beliau," terang dia.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Eks Pentolan HTI Sebut Kelompok Pengusung Khilafah Hukumnya Harus Diperangi