facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dikukuhkan Sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, Kasad Dudung: Sesuai Dengan Program Angkatan Darat

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 29 Juni 2022 | 20:35 WIB

Dikukuhkan Sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, Kasad Dudung: Sesuai Dengan Program Angkatan Darat
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo (kiri) dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman berfoto bersama ditemui di Kantor Desa Pondokrejo, Tempel, Sleman, Rabu (29/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

Dudung menilai bahwa BKKBN sudah memiliki latar belakang tersendiri terkait dengan pengukuhan ini.

SuaraJogja.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengukuhkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia. Pengkuhuhan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2022.

Dudung menilai bahwa BKKBN sudah memiliki latar belakang tersendiri terkait dengan pengukuhan ini. Terlebih berbagai program yang dicanangkan pemerintah pun akan selalu disambut baik oleh TNI Angkatan Darat.

"Jadi di dalam 7 perintah harian Kasad. TNI angkatan darat dimana pun kalian berada dan bertugas kalian harus tanggap sekecil apapun yang menjadi kesulitan rakyat dan kalian harus menjadi solusi," kata Dudung di Kantor Desa Pondokrejo, Tempel, Sleman, Rabu (29/6/2022).

Dudung memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan TNI AD. Terlebih untuk merespon situasi dan kondisi paska Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Yogyakarta Jadi Daerah dengan Angka Stunting Terkecil di Indonesia

Salah satunya dengan menanam tanaman-tanaman yang produktif seperti jagung, padi dan sebagainya. Kemudian hasilnya dikurangi biaya operasional dan diserahkan kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan.

Ada pula program sumur bor yaitu dengan sistem hydrant yang mengangkat dari bawah sampai ke atas. Kemudian ada pengeboran di daerah-daerah yang memang sangat kekurangan air seperti di NTT maupun NTB termasuk daerah-daerah lain.

"Dengan program ini otomatis yang akhirnya berdampak kepada pertanian dengan kesuburan di NTT dan NTB. Kalau dulu ada yang biasanya dalam satu tahun itu cuma satu kali panen sekarang sudah bisa menjadi tiga kali panen, yang biasanya mengambil air 3 sampai 4 kilometer sekarang sudah bisa hanya 30 meter," terangnya.

Tidak ketinggalan juga program-program pembuatan bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) yang cukup populer di Jawa Tengah. Disampaikan Dudung, sudah ada ribuan bangunan MCK yang dibuat dan masih, bahkan bertambah di pedesaan lain.

"Ini kita buatkan termasuk kegiatan-kegiatan lain untuk membantu pemerintah daerah-daerah dalam program BKKBN seperti PKK KB-Kes dan sebagainya. Ini kita bantu secara penuh," ungkapnya.

Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Jenderal Dudung yang Bikin Prajurit Happy: Tidak Ada Marah-marah Murka

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan pemilihan Kasad Dudung sebagai Bapak Asuh Anak Stunting memang sudah dipertimbangkan. Dengan tentunya melihat kinerja dan respon yang bersangkutan terhadap kondisi stunting di Indonesia.

"Ya di antara para petinggi, Pak Kasad ini yang pertama kali untuk mentaking over, berani mengatakan bahwa 'saya akan membantu untuk anak-anak stunting' dan kemudian beliau secata riil kemudian membantu taking over anak stunting yang jumlahnya tidak sedikit di Indonesia," kata Hasto.

Ia menilai sejumlah program yang disampaikan Kasad Dudung juga bagus untuk mendukung penanganan stunting di Indonesia. Termasuk program air bersih dan jambanisasi yang terus digerakkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait