Ke Istana Temui Jokowi, Ketua FKUB Papua Beri Masukan: Kewajiban sebagai Pendeta

Lipiyus mengaku bahwa kedatangannya selain karena urusan pribadi, tetapi juga persoalan penting bagi bangsa Indonesia dan tidak semata-mata terkait Papua.

Eleonora PEW
Senin, 19 September 2022 | 17:05 WIB
Ke Istana Temui Jokowi, Ketua FKUB Papua Beri Masukan: Kewajiban sebagai Pendeta
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk saat meninggalkan lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta seusai bertemu Presiden Joko Widodo pada Senin (19/9/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

SuaraJogja.id - Mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, pada Senin (19/9/2022).

Pendeta Lipiyus tidak berkenan menjelaskan lebih lanjut isi pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan hanya menyatakan bahwa ia menyampaikan masukan sebagai kewajiban salah satu pemuka agama.

"Saya seperti ini tetapi memberikan masukan kepada pemimpin negara itu kewajiban sebagai pendeta," kata Lipiyus kepada awak media selepas pertemuan.

Lipiyus mengaku bahwa kedatangannya selain karena urusan pribadi, tetapi juga persoalan penting bagi bangsa Indonesia dan tidak semata-mata terkait Papua.

Baca Juga:Terjerat Suap, PPATK Bekukan Uang Gubernur Papua Lukas Enembe di 11 Jasa Keuangan Senilai Rp71 Miliar

"Kami juga ada urusan pribadi. Urusan pribadi yang paling penting saya tidak mau ngomong, tapi itu luar biasa, untuk bangsa besar ini. Kami ambil sikap untuk bangsa ini, bukan (hanya) Papua," katanya.

Pendeta Lipiyus sebelumnya selaku Ketua FKUB Papua pernah membentuk tim investigasi terkait insiden yang terjadi di Kaurbaga, Kabupaten Tolikara, pada saat Idul Fitri 1436 Hijriah atau 17 Juli 2015 silam.

Kala itu Pendeta Lipiyus juga sempat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta pada 25 Juli 2015 dan menyatakan bahwa insiden Tolikara bukan konflik agama.

Menurut Lipiyus, pembenahan pola komunikasi antarmasyarakat maupun masyarakat dengan pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk mencegah berulangnya insiden serupa.

"Tolikara bukan masalah agama. Masalah dasar adalah komunikasi yang tak berjalan baik," kata Lipiyus kala itu. [ANTARA]

Baca Juga:Tak Cuma Suap Rp1 Miliar, Gubernur Papua Juga Diduga Korupsi Dana PON 2021 Ratusan Miliar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak