- Pemda DIY berencana mengirimkan dana satu miliar rupiah dan obat-obatan medis ke NTT pada September 2026.
- Pemda DIY menyalurkan bantuan pangan bulanan serta mengupayakan keringanan UKT bagi mahasiswa asal NTT di Yogyakarta.
- Gubernur DIY mengerahkan penggalangan dana ASN melalui Baznas serta melibatkan perbankan untuk memperluas bantuan.
SuaraJogja.id - Pemda DIY menyiapkan bantuan dana untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi 7,7 SR. Pemda DIY berencana memberikan bantuan sekitar Rp1 miliar kepada Pemda NTT.
"Kita mungkin kasih Rp1 M seperti yang di Sumatra setiap provinsi itu. Tapi karena ini sudah pembahasan KPPAS, memang angkanya masih belum bisa diubah.," papar Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).
Namun menurut Made, bantuan tersebut belum bisa langsung dikirim. Sebab Pemda masih menunggu proses penganggaran.
"Itu butuh proses, awal September baru akan kita kirimkan," ujarnya.
Baca Juga:Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
Bantuan obat-obatan juga akan diberikan melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Bethesda dan UGM. Pemda DIY akan menyediakan obat, sementara dukungan tenaga medis dilakukan melalui kedua institusi tersebut.
"Karena bentuknya barang, Bethesda sama UGM itu kan ada tenaga medis. Jadi kami titipkan obat-obatannya dari kami, mereka yang medis," katanya.
Sementara itu untuk mahasiswa asal NTT yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, Pemda juga menyiapkan dukungan langsung bagi warga NTT yang berada di kota ini.
Pemda DIY akan membantu kebutuhan pangan mereka. Di antaranya penyediaan sekitar 400 kilogram beras setiap bulan, ditambah telur dan kebutuhan makanan lainnya.
"Kami akan sediakan kebutuhannya tiap bulan selama membutuhkan," jelasnya.
Baca Juga:GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
Selain itu Pemda akan meminta perguruan tinggi memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Gubernur DIY akan mengirimkan surat kepada para rektor agar mahasiswa asal NTT mendapatkan keringanan biaya kuliah, setidaknya selama satu semester.
"Kalau itu nanti ada surat dari Bapak Gubernur kepada Rektor untuk minta keringanan UKT paling tidak satu semester," ujarnya.
Selain bantuan pemerintah, Pemda DIY juga akan menggalang solidaritas dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Surat edaran Gubernur akan menjadi dasar penggalangan dana tersebut, dengan penyaluran nantinya berkolaborasi bersama Baznas.
Perbankan juga disebut akan ikut berkolaborasi dalam memberikan bantuan. Langkah ini menunjukkan respons Pemda DIY tidak berhenti pada bantuan yang dikirim ke daerah asal bencana.
Pemda juga berupaya memastikan warga dan mahasiswa NTT yang berada di Yogyakarta tetap mendapat dukungan.
"Terutama ketika dampak bencana berpotensi ikut menekan kondisi ekonomi keluarga mereka," jelasnya.