- Polres Bantul mengerahkan 1.019 personel untuk mengamankan Pemilihan Lurah Serentak di 30 kalurahan pada 4 Oktober 2026.
- Pemetaan kerawanan menetapkan 14 TPS rawan, satu TPS sangat rawan, serta 633 TPS kurang rawan.
- Pemilihan lurah di 15 kapanewon ini diikuti oleh 87 calon, termasuk 24 orang petahana.
SuaraJogja.id - Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan digelar pada Minggu (4/10/2026). Menjelang pemungutan suara, Polres Bantul memetakan sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai memiliki tingkat kerawanan berbeda.
Dari total 648 TPS, sebanyak 14 TPS masuk kategori rawan dan satu TPS kategori sangat rawan. Sementara itu, 633 TPS lainnya dikategorikan kurang rawan.
Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian dalam menentukan pola pengamanan pada pelaksanaan Pilur yang berlangsung serentak di 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, pemetaan tingkat kerawanan dilakukan untuk menyesuaikan penempatan personel dengan kondisi masing-masing TPS.
Baca Juga:Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
"Dari total 648 TPS, sebanyak 633 TPS masuk kategori kurang rawan, 14 TPS kategori rawan, dan satu TPS kategori sangat rawan," katanya dikutip dari ANTARA pada Sabtu (3/10/2026).
Untuk TPS yang masuk kategori kurang rawan, pengamanan dilakukan dengan pola dua personel Polri untuk mengamankan tiga hingga lima TPS dengan dukungan empat sampai 10 anggota linmas.
Sementara untuk TPS kategori rawan, pola pengamanan diperketat dengan perbandingan dua personel Polri, dua TPS, dan empat anggota linmas atau 2:2:4.
Adapun TPS yang masuk kategori sangat rawan mendapat pola pengamanan 2:1:2, yakni dua personel Polri, satu TPS, dan dua anggota linmas.
1.019 Personel Dikerahkan
Baca Juga:Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
Untuk mengamankan seluruh rangkaian Pilur Serentak 2026, Polres Bantul menerjunkan 1.019 personel. Kesiapan pengamanan diawali dengan apel kesiapan pergeseran pasukan di halaman Mapolres Bantul sekaligus persiapan penempatan personel di 15 kapanewon yang menyelenggarakan Pilur.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan kehadiran personel di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berlangsung aman dan tertib.
"Kehadiran anggota di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan sebagai bentuk representasi negara untuk menjamin seluruh tahapan pemilihan lurah berjalan aman, tertib, jujur, dan adil," katanya.
Menurut Bayu, Pilur memiliki dinamika tersendiri karena hubungan emosional antara calon lurah dengan masyarakat di tingkat kalurahan relatif dekat. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi selama proses pemilihan.
Potensi kerawanan yang menjadi perhatian polisi antara lain konflik antarpendukung, penyebaran hoaks, hingga praktik politik uang.
"Mulai dari konflik antarpendukung, penyebaran hoaks, hingga praktik politik uang," ujarnya.