- Pasangan disabilitas Erna Wanti dan Ari Utoyo sukses mendirikan warung sembako di Yogyakarta sejak 2020.
- Usaha kecil tersebut berkembang pesat saat pandemi karena lonjakan permintaan bahan pangan pokok masyarakat.
- Perum Bulog memberikan dukungan barang modal usaha dan pendampingan melalui program TJSL untuk memperkuat kemandirian.
SuaraJogja.id - Memulai usaha kecil dengan modal seadanya di tengah kepungan pandemi Covid-19 tahun 2020 silam menjadi titik balik perjalanan hidup Erna Wanti (42) dan Ari Utoyo (50).
Pasangan suami istri penyandang disabilitas yang juga berprofesi sebagai atlet ini berhasil mengubah tantangan menjadi peluang.
Kesibukan latihan tak membuat mereka lupa merawat warung sembako hingga terus berkembang pesat dan menjadi modal utama kemandirian keluarga.
Keberanian Memulai
Baca Juga:Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!
Perjalanan usaha sembako yang mereka jalani berawal di tengah situasi ketidakpastian. Ketika banyak orang merasa khawatir untuk memulai usaha, pasangan ini justru memberanikan diri membuka lapak kecil-kecilan sebelum pandemi menghantam.
"Berjalan itu awal-awal 2020, kayaknya udah mau Covid itu kayaknya. Itu kita modalnya cuma dikit," kata Erna ditemui, Kamis (1/10/2026).
Di luar dugaan, kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok yang melonjak di masa pandemi justru membawa berkah tersendiri. Usaha yang diawali dengan modal amat terbatas tersebut perlahan-lahan menunjukkan kemajuan pesat dan mengalami peningkatan omzet yang signifikan.
"Waktu itu ada Covid, yang dicarikan pasti sembako. Nah, dari situlah kita malah omsetnya kita naik, terus lama-lama nambah dagangan, nambah dagangan komplit gitu, sampai sekarang," ungkapnya.
Dua Atlet yang Berbagi Perjuangan
Baca Juga:Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung
Di tengah kesibukannya mengurus warung, Erna dan Ari turut menjalani aktivitas sebagai atlet disabilitas. Keduanya menekuni cabang olahraga yang berbeda.
Erna merupakan atlet atletik cabang sprinter dan lompat jauh yang telah aktif sejak 2004.
Sedangkan sang suami, Ari, adalah atlet angkat berat yang sukses meraih medali emas pada Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) IV DIY 2025 lalu.
"Saya selain atlet juga ikut pengurus (NPCI) yang kota (Jogja)," imbuhnya.
Kehidupan mereka kemudian berjalan dalam dua dunia yang saling melengkapi. Di satu sisi, keduanya berlatih dan bertanding untuk meraih prestasi, sementara di sisi lain mereka mengurus warung yang menjadi tumpuan usaha keluarga.
Keterbatasan Bukan Alasan untuk Berhenti