- Pemkab Kulon Progo memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 31 Desember 2026 berdasarkan prakiraan BMKG.
- BPBD telah menyalurkan 387 tangki air bersih kepada ribuan warga terdampak dan mengusulkan tambahan 300 tangki.
- Berbagai instansi termasuk Polres Kulon Progo mengerahkan armada khusus untuk mengolah air baku menjadi air siap konsumsi.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut diambil menyusul prakiraan BMKG yang memperkirakan musim kemarau masih berlangsung hingga Desember 2026.
Status siaga darurat kekeringan diperpanjang mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026. Pemerintah daerah juga meningkatkan penanganan krisis air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama kemarau berkepanjangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Setiawan Tri Widada mengatakan keputusan tersebut mengacu pada penyesuaian prakiraan cuaca dari BMKG.
“Status siaga darurat bencana kekeringan saat ini resmi diperpanjang,” kata Setiawan dikutip dari ANTARA di Kulon Progo, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga:Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata
Menurutnya, kondisi kemarau yang diperkirakan bertahan hingga akhir tahun membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah masih harus diantisipasi.
Hingga Senin (28/9), BPBD Kulon Progo telah menyalurkan 387 tangki air bersih ke 121 titik yang tersebar di tujuh kapanewon, 23 kalurahan, dan 64 padukuhan.
Distribusi tersebut telah menjangkau 2.537 kepala keluarga atau sekitar 6.552 jiwa yang terdampak kekeringan.
Untuk menghadapi kebutuhan yang berpotensi meningkat, BPBD Kulon Progo mengusulkan tambahan alokasi bantuan air bersih melalui APBD Perubahan 2026.
“Kami usulkan tambahan alokasi sekitar 300 tangki dari APBD Perubahan dan saat ini masih berproses,” ujar Setiawan.
Baca Juga:Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam
Sebelumnya, BPBD hanya memiliki alokasi awal sebanyak 20 tangki air bersih dari APBD Murni 2026. Tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat distribusi apabila kemarau terus berlangsung hingga akhir tahun.
Penanganan krisis air bersih juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kodim, Polres, Baznas, serta organisasi masyarakat.
Polres Kulon Progo bersama Brimob Polda DIY turut mengerahkan armada *water treatment* untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat mengatakan armada tersebut dilengkapi mesin pengolah air baku menjadi air yang siap dikonsumsi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.