- Warganet khawatir terhadap keamanan balok girder tol Jogja-Solo karena belum ada ikatan pengaman.
- PT Adhi Karya memastikan 12 girder di Trihanggo sudah dipasangi pengikat besi sesuai prosedur operasional.
- Pekerjaan pemasangan diafragma girder dimulai pada Selasa, 29 September 2026, dan proyek tetap berjalan lancar.
SuaraJogja.id - Belum lama ini ramai di media sosial soal kekhawatiran warganet terkait keamanan balok girder di area proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman.
Dalam unggahannya warganet mengkhawatirkan keselamatan warga yang melintas di bawah jalur proyek tersebut menyusul adanya kabar penghentian sementara pengerjaan di lapangan.
Kekhawatiran publik berfokus pada balok girder melayang yang berdiri bebas tanpa ikatan pengaman balok diafragma. Pihak pelaksana dan pengawas proyek didesak untuk segera mengambil tindakan pengamanan, sebab struktur girder tanpa balok diafragma berisiko tinggi terguling apabila terkena guncangan gempa maupun gaya lateral lainnya.
Menanggapi hal itu, Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto memastikan bahwa girder yang dinaikkan telah dilengkapi bracing untuk keamanan. Sedangkan pemasangan diafragma girder sendiri telah dijadwalkan.
Baca Juga:Titik Terang Relokasi SDN Nglarang yang Terdampak Tol Jogja-Solo
"Metode ini sudah digunakan di beberapa proyek tol lainnya. Ini kan ada bracing, jadi sudah ada pengikatnya, insyaallah safety-nya tetap terjaga. Cuma kita itu secara schedule kita memang belum masuk ke arah pemasangan diafragma," kata Agung kepada awak media, Selasa (29/9/2026).
Dipaparkan Agung, pembangunan tengah sebelumnya tengah difokuskan pada pembangunan Ramp On dan Ramp Off di area Trihanggo.
Namun kini, sejumlah pekerja pun telah diplot untuk pemasangan diafragma girder di sisi timur Simpang Empat Kronggahan.
"Per hari ini sudah kita action untuk pemasangan diafragma," imbuhnya.
Ia memastikan bahwa proyek pembangunan jalan tol masih tetap berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:Lalin Tol Solo-Yogyakarta Segmen Kartasura-Prambanan Melonjak 61,2 Persen Saat Nataru
"Enggak berhenti, insyaallah kita selalu on schedule. Ini nanti insyaallah Oktober ini kita akan selesaikan yang di ramp-on sama ramp-off. Kemudian yang bisa difungsional, target fungsional dari Jasa Marga di bulan Desember," paparnya.
Sementara itu, Construction Engineer PT Adhi Karya, Gibran Satria Samudra mengatakan ada total sebanyak 12 girder yang dinaikkan pada area tersebut. Ia turut memastikan pemasangan sudah mengikuti SOP yang ada.
"Bracing itu pengikat antara girder satu dan lainnya. Jadi dilas memanjang dan menyilang, jadi per sekian jarak. Jadi tergantung jarak, tergantung panjang girder-nya itu berapa," ucap Gibran.
Gibran bilang kontraktor menggunakan besi D32 atau besi berdiameter 32 mm dalam proyek jalan bebas hambatan di Trihanggo tersebut. Besi itu lebih besar dari standar yang ditetapkan pada umumnya di jenis besi D25 yang berdiameter 25 mm.
"Jadi kita sebenarnya sudah memenuhi SOP yang ada untuk penerapan gelagar girder yang sudah terpasang sebelum ke pekerjaan diafragma," terangnya.