- Jalan Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani dibuka fungsional Maret 2026 untuk jalur keluar kendaraan mudik.
- Akses masuk tidak dibuka karena kendala infrastruktur pembebasan lahan untuk fasilitas putar balik kendaraan.
- Ruas sepanjang 20 kilometer ini akan ditutup kembali setelah puncak arus mudik Lebaran 2026 selesai.
SuaraJogja.id - Jalan Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani siap dibuka secara fungsional sebagai jalur pendukung arus mudik pada Lebaran 2026. Pengoperasian ruas itu akan difokuskan hanya untuk mengatur arus keluar kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menuturkan bahwa berdasarkan koordinasi bersama kementerian, dan pihak-pihak terkait ruas fungsional Prambanan-Purwomartani memiliki skema yang berbeda dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
"Kemudian terkait dengan yang di Purwomartani, kita kemarin diskusi di Solo dengan semua dengan kementerian juga itu fungsinya nanti, fungsionalnya itu adalah untuk out, bukan in," kata Erni, Kamis (19/2/2026).
Dipaparkan Erni, penerapan skema satu arah untuk keluar ini dilakukan menyusul masih adanya kendala pada kesiapan infrastruktur di titik tertentu.
Baca Juga:Antisipasi Arus Tersendat saat Nataru, Kontraktor Tol Jogja-Solo Lebarkan Akses dan Tambal Jalan
Ia menyebutkan bahwa akses masuk belum bisa dibuka melalui Purwomartani. Mengingat masih ada kebutuhan pembebasan lahan untuk fasilitas putar balik kendaraan.
"Kalau in nanti masih masuk ke Prambanan karena memang secara infrastruktur belum siap, masih perlu pembebasan lahan untuk U-turn-nya (putar balik) itu yang belum ada. Jadi itu yang mungkin sedikit bedanya tahun Nataru dengan sekarang," ungkapnya.
Terkait waktu pelaksanaan, ruas tol fungsional ini direncanakan mulai dibuka pada pertengahan Maret 2026. Jadwal ini disesuaikan dengan prediksi mulainya pergerakan pemudik yang masuk ke wilayah Yogyakarta.
"Nanti dimulai sekitar tanggal 13-14 (Maret 2026)," imbuhnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa operasional ruas Purwomartani ini hanya akan berlangsung selama periode arus mudik.
Baca Juga:Gagal Pindah! Lahan Sekolah Pengganti SD Nglarang Ternyata Lahan Sawah Dilindungi
Setelah masa puncak mudik terlewati, akses tersebut akan langsung ditutup kembali untuk melanjutkan proses pembangunan permanen.
"Kalau kita kan yang Purwomartani out, nanti langsung ditutup lagi setelah itu, mungkin langsung ditutup seperti itu setelah arus mudik selesai," ungkap Made.
Made juga menekankan bahwa meski jalur telah dijadwalkan dibuka, petugas di lapangan akan tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas yang bersifat dinamis. Skema buka-tutup jalur tetap menjadi opsi utama apabila terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem di akses keluar tol.
"Iya, dilihat karena masih fungsional. Itu pun kemarin ada rekayasa seperti di jalan tol yang buka-tutup, dilihat situasinya situasional. Tapi kemarin kebijakan terakhir dari Solo itu yang tadi disampaikan," tandasnya.
Sebelumnya Korlantas Polri bersama dengan Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, serta Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, telah melakukan pengecekan lapangan di ruas Prambanan-Purwomartani.
"Tahun lalu ruas dari Prambanan menuju Purwomartani belum kita fungsionalkan dan kali ini sudah kita pastikan siap sehingga skenario rekayasa lalu lintas dapat kita persiapkan," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di GT Prambanan pada Jumat (23/1/2026) lalu.
Adapun ruas Prambanan-Purwomartani itu memiliki panjang 20 kilometer.
Ruas itu disiapkan sebagai jalur alternatif strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026 di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.