- Operasi Keselamatan Progo 2026 minggu kedua menunjukkan penurunan kasus kecelakaan dari 132 menjadi 129 di wilayah Polda DIY.
- Tiga fatalitas kecelakaan terjadi di Polresta Sleman, mendorong Polda DIY memperketat pengawasan dan patroli lokasi rawan.
- Tindakan penilangan turun drastis 67 persen, menandakan peningkatan signifikan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas.
SuaraJogja.id - Tren kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menurun. Pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 minggu kedua tercatat penurunan dari 132 kasus pada tahun 2025 menjadi 129 kasus pada periode yang sama.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menuturkan meski secara kuantitas menurun, pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kualitas fatalitas kecelakaan.
Pasalnya terdapat tiga korban meninggal dunia yang seluruhnya terjadi di wilayah hukum Polresta Sleman.
Kondisi ini menjadi dasar bagi Polda DIY untuk semakin memperketat pengawasan dan patroli di titik-titik rawan wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa.
Baca Juga:Buka Puasa Mewah di The Manohara Hotel Yogyakarta Menu Arabian Mulai Rp165 Ribu!
"Hal ini memacu kami untuk lebih masif lagi dalam memberikan edukasi serta pengawasan di lapangan," kata Ihsan, dalam keterangannya dikutip, Rabu (18/2/2026).
Selain itu, disampaikan Ihsan, bahwa operasi tahun ini berhasil menekan angka pelanggaran secara drastis. Penindakan pelanggaran (tilang) mengalami penurunan signifikan sebesar 67 persen, dari 2.507 pelanggar pada 2025 menjadi 836 pelanggar pada 2026.
Selain itu, angka teguran juga turun sebesar 22 persen, dari 10.803 menjadi 8.386 tindakan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
"Keberhasilan menekan angka kejadian kecelakaan dan pelanggaran ini mencerminkan efektifitas personel di lapangan serta meningkatnya kepatuhan masyarakat," ucapnya.
Sejalan dengan hasil tersebut, intensitas kegiatan preemtif dan preventif terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan. Kegiatan penyuluhan naik 5 persen dengan total 28.754 kegiatan.
Baca Juga:JFW 2026 Targetkan Transaksi Rp2,5 Miliar, Siap Jadi Pengungkit Ekosistem Fashion Global
Sementara kegiatan preventif seperti pengaturan dan patroli naik 4 persen menjadi 21.872 kegiatan. Dukungan bantuan operasi (Banops) juga melonjak hingga 68 persen guna memastikan seluruh tahapan operasi berjalan optimal.
Polda DIY memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung terciptanya kamseltibcarlantas. Melalui evaluasi ini, Polda DIY berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis demi menekan angka kecelakaan hingga titik terendah dan menciptakan ruang jalan yang aman bagi seluruh warga Yogyakarta.