Diguyur Hujan Semalaman, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Bantul Terendam Banjir

di Dusun Srunggo lebih rawan terkena banjir lantaran lokasinya yang berada di lereng sehingga aliran air hujan lebih deras.

Galih Priatmojo | Wahyu Turi Krisanti
Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:55 WIB
Diguyur Hujan Semalaman, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Bantul Terendam Banjir
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo saat melakukan pengecekan lahan pertanian yang terendam banjir, Senin (3/10/2022). [Wahyu Turi Krisanti / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Bantul terendam banjir akibat guyuran hujan yang terjadi sejak Minggu (2/10/2022) malam hingga Senin (3/10/2022) pagi. Hingga kini Dinas Ketahanan Pangan dam Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul belum dapat memastikan berapa luasan hektar lahan pertanian yang terkena dampak bencana hidrometeorologi tersebut.

"Luasan baru kami data, tapi kemungkinan ratusan hektar. Kami sudah lihat di beberapa lokasi yang terendam banjir di wilayah Selopamioro Imogori yaitu di Nawungan, Srunggo, Lemah Rukuh, Lanteng, dan Sriharjo. Juga di Seloharjo Kapanewon Pundong, Kapanewon Sanden, serta Donotirto dan Tirtohargo di Kapanewon Kretek," jelas Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Senin.

Dari beberapa wilayah tersebut, lanjut Joko yang paling banyak membutuhkan waktu lebih lama untuk surut dari genangan air ialah di Dusun Lanteng. Sementara di Dusun Srunggo lebih rawan terkena banjir lantaran lokasinya yang berada di lereng sehingga aliran air hujan lebih deras.

Joko menyampaikan sebagian besar komoditas yang terendam banjir ialah tanaman cabai. Sedang komoditas lainnya ialah bawang merah, kacang, dan jagung.

Baca Juga:Prihatin Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Pecinta Bola Bantul Gelar Doa dan Nyalakan Lilin di Stadion Sultan Agung

Akibat dari genangan air tersebut, komoditas kacang tanah harus dipanen lebih awal oleh para petani untuk menghindari kerugian. Sementara untuk komoditas tanaman cabai terancam gagal panen apabila genangan air mencapai tiga sampai empat hari.

"Untuk kacang langsung panen. Cabe bisa panen kalau surut dalam satu atau dua hari, tapi kalau terendam tiga sampai empat hari akarnya akan busuk dan tidak bisa diselamatkan," terangnya.

Kepada para petani di Bantul Joko menghimbau agar membersihkan saluran irigasi untuk menghindari luapan air hingga menyebabkan banjir. Ia juga menyarankan ketersediaan pompa angin dapat dimanfaatkan oleh petani.

"Disarankan saluran irigasi pembuangan dibersihkan karena hujan akan membawa kotoran dan menghambat aliran air tidak mengalir dengan baik. Pompa angin di kelompok juga bisa dikeluarkan untuk mengantisipasi apabila terjadi banjir," tutupnya.

Baca Juga:Bupati Bantul Harap Warga NU Punya Kompetensi dan Daya Saing Tinggi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak