5 Pernyataan Kontroversi Pihak yang Dianggap Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

Kelima pihak yang terlibat dimintai keterangan oleh PSSI, PT LIB, Broadcast, Panpel, dan Polisi memberikan keterangan yang membingungkan.

Galih Priatmojo
Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:14 WIB
5 Pernyataan Kontroversi Pihak yang Dianggap Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Twitter]

SuaraJogja.id - Selain menyisakan peristiwa kelam, Tragedi Kanjuruhan juga meninggalkan kekecewaan yang amat besar dalam diri masyarakat Indonesia.

Pasalnya saat kelima pihak yang terlibat dimintai keterangan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), PSSI, PT LIB, Broadcast, Panpel, dan Polisi memberikan keterangan yang membingungkan tim TGIPF.

PSSI

PSSI tetap bersikukuh tanggungjawab sepenuhnya ada pada Panitia Pelaksana (Panpel), bukan PSSI, sesuai regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI.

Baca Juga:Tunggu Penyidikan Rampung, Stadion Kanjuruhan Masih Terbengkalai

Panpel

Ketua Panpel Arema, Abdul Harris, mengatakan bahwa sebagai induk sepakbola, PSSI juga harus tanggung jawab karena Panpel tidak bisa bekerja sendirian dan banyak yang terlibat.

PT LIB

Anggota TGIPF, Rhenald Kasali mengatakan bahwa menurut PT LIB, Pihak broadcast yang meminta laga Arema vs Persebaya main malam hari.

Broadcast

Baca Juga:TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sudah Rampungkan Tugas, Mahfud MD Belum Bisa Sampaikan Hasilnya ke Publik

Direktur Programming Indosiar, Harsiwi Achmad, mengatakan bahwa seluruh jadwal pertandingan diatur oleh PT LIB. Jika ada perubahan, PT LIB yang memutuskan dan Indosiar selalu mengikuti jadwal yang diputuskan tersebut. Tidak ada penalti (denda) yang harus dibayar ke Indosiar jika ada perubahan jadwal.

Polisi

Kadiv Humas Polri, Dedi Prasteyo, mengatakan bahwa penembakan gas air mata ke Stadion bukanlah penyebab kematian 132 suporter di Kanjuruhan, melainkan karena kehabisan oksigen.

Banyak yang menyayangkan ernyataan kelima pihak yang memiliki peran penting dalam Tragedi Kanjuruhan saat dimintai keterangan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

"Dari statement di atas Panpel menggunakan kata "juga" secara tidak langsung panpel legowo dengan keputusan polri yg menjadikan beliau tersangka. Yg lain mah lebih membela diri dan seakan akan lepas tanggung jawab klo dilihat dari statementnya," kata salah seorang netizen.

"Giliran Juara Ketum paling duluan megang piala, laga bigmatch panpel berkesempatan meraup keuntungan dan menjual tiket di atas kapasitas tribun, sudah jelas banyak korban karena gas air mata tetapi polri tetap bersikukuh bukan Gas air mata penyebabnya,sudah jelas2 pengaturan jadwal pertandingan di atur oleh PT LIB tetapi mreka menyalahkan pihak brodcaster, dimana pihak brodcaster bertugas hanya menyiarkan malah di salahkan oleh PT LIB. Kalian semua kebanyakan di sisi oleh orang2 yg tidak becus dan tdk bertanggung jawab dalam bertugas!!!" Ucap netizen yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak