"Kurang sreg sih sama capres dan cawapresnya. Yang jelas saya lebih antusias saat memilih di tahun 2019," jelas Bowo.
Risky (19) yang merupakan mahasiswi Fakultas Filsafat UGM yang berasal dari Malang mengaku cukup antusias dengan pemilihan presiden tahun 2024.
Pemilu 2024 tersebut merupakan pengalaman perdana Risky berkontribusi dalam panggung demokrasi Indonesia.
Beberapa program kerja dari masing-masing calon presiden beserta calon wakil presiden pun cukup menarik, menurut Risky.
Baca Juga:Ketar Ketir Gibran Terancam Gagal Jadi Cawapres Muda, Prabowo Gigit Jari
Terlepas dari hal tersebut, Risky tetap merasa bahwa ada pasangan-pasangan yang layak, dan yang tidak layak. Baik itu pasangan calon wakil presiden, atau pasangan calon presiden.
Risky juga mengatakan bahwa pada akhirnya kembali pada kebebasan masing-masing manusia dalam memilih.
Jika memang dirasa tidak ada presiden dan wakilnya yang sesuai dengan keinginannya dalam membangun Indonesia 5 tahun ke depan, tak masalah jika memutuskan untuk golput.
"Beberapa programnya cukup tau sih, menarik. Tapi ya tetap saja ada pasangan yang layak, ada yang tidak. Intinya jangan salah pilih. Menurut saya, kalaupun memang tidak ada presiden yang sesuai dengan keinginan, ya tidak apa-apa kalau mau golput juga.", ucap Risky.
Sama halnya dengan Risky, Droste (19) seorang mahasiswi fakultas filsafat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini juga mengaku pemilihan presiden besok merupakan pengalaman perdananya.
Baca Juga:Pakar Sebut Ada Aktor Besar Di Balik Putusan MK Soal Syarat Cawapres: Telunjuk Mengarah Ke Jokowi
Droste mengatakan bahwa ia cukup antusias dengan pemilihan besok, karena terlepas dari ketidakseimbangan antar masing-masing calon, tetap terlihat bahu membahu dan saling melengkapi satu sama lain.