Kota Jogja Catat 277.996 Pergerakan Wisatawan selama 10 Hari Libur Lebaran, Belanja per Orang Capai Rp2,1 Juta

Untuk lama menginap wisatawan atau length of stay justru mengalami sedikit penurunan.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 19 April 2024 | 16:20 WIB
Kota Jogja Catat 277.996 Pergerakan Wisatawan selama 10 Hari Libur Lebaran, Belanja per Orang Capai Rp2,1 Juta
Para pedagang di TM 1 menggelar dagangan dalam rangkaian Pekan Budaya Teras Malioboro di Yogyakarta, Sabtu (18/11/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Pergerakan wisatawan di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran 2024 mencapai 277.996 orang. Angka yang tercatat selama 10 hari masa libur Lebaran itu didominasi wisatawan dalam negeri.

Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo merinci dalam libur Lebaran kemarin ada 268.690 wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Gudeg. Sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 9.306 orang.

"Sehingga kalau ditotal ada pergerakan wisatawan itu 277.996 wisatawan yang ada di Kota Yogyakarta. Hanya libur Lebaran, selama 10 hari," kata Singgih, ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (19/4/2024).

Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan pada periode yang sama libur Lebaran tahun lalu. Pada 2023 total pergerakan wisatawan ke Kota Jogja sebanyak 204.674 orang.

Kemudian, lanjut Singgih, rata-rata nilai belanja wisatawan di Kota Jogja juga mengalami kenaikan. Untuk wisatawan nusantara rata-rata belanja mencapai Rp2.183.249 per orang.

"Kalau wisatawan mancanegara memang lebih tinggi itu sekitar 5,1 juta. Ini terjadi peningkatan sedikit dari tahun lalu. Ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan," terangnya.

Adapun untuk lama menginap wisatawan atau length of stay justru mengalami sedikit penurunan. Disampaikan Singgih, lama tinggal wisatawan pada periode libur Lebaran ini tidak mencapai rata-rata dua hari.

"Untuk length of stay ini agak singkat daripada tahun lalu, kalau tahun lalu bisa mencapai 2,1 hari, nah libur lebaran ini 1,81 hari," ucapnya.

Pihaknya menduga ada beberapa penyebab terkait menurunnya angka lama tinggal di Kota Jogja. Salah satunya aksesibilitas yang kini sudah semakin mudah.

Tidak hanya jalur-jalur alternatif yang kini sudah mulai dimanfaatkan oleh para pemudik atau wisatawan. Jalur fungsional tol yang dibuka pun semakin mempercepat dan mempermudah aksesibilitas masyarakat.

"Mungkin kalau kita bicara length of stay itu lama mereka tinggal itu berkaitan dengan sisi aksesibilitas yang semakin lebih mudah. Jadi pergerakannya jadi lebih dinamis. Artinya mungkin di Kota Jogja kemudian berpindah-pindah, artinya itulah yang kemudian akan saling terkait, itu di situ. Jadi aksesibilitas kemudahan jalan tol, jalan alternatif dan sebagainya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak