Buntut Ricuh Siswa Muhammadiyah di Jogja, Haedar Nashir Minta PWM Evaluasi Orientasi Pendidikan

"Sudah sepantasnya jika perlu ada langkah integratif dari seluruh pihak".

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 14 Mei 2024 | 13:22 WIB
Buntut Ricuh Siswa Muhammadiyah di Jogja, Haedar Nashir Minta PWM Evaluasi Orientasi Pendidikan
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa (14/05/2024) menyampaikan komentarnya terkait aksi ricuh siswa di Yogyakarta Senin (13/5/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Aksi ricuh di Jalan Pramuka yang melibatkan sejumlah siswa Muhammadiyah pada Senin (13/5/2024) mendapat perhatian dari Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Sebanyak Tujuh pelajar bahkan diamankan pihak kepolisian terkait insiden tersebut karena melakukan tindakan provokatif dan membawa benda-benda berbahaya.

Ketua Umum (ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kota Yogyakarta harus mengurus persoalan tersebut secara serius dan mengevaluasi orientasi pendidikan.

"Nanti kita lihat kasusnya ke pimpinan daerah kota yogya yang membawahi majelis dikdasmen karena kami [pimpinan] pusat kan tidak bisa langsung turun tangan. Supaya ada tindakan-tindakan yang bersifat preventif maupun kuratif yang lebih tersistem lagi, lebih tegas lagi agar hal itu tidak terjadi," papar Haedar di RS AMC Yogyakarta, Selasa (14/5/2024).

Menurut Haedar, penanganan masalah tawuran pelajar perlu diselesaikan secara bersama-sama. Namun di tingkat internal Muhammadiyah akan menyiapkan dan langkah-langkah dan tindakan yang spesifik.

Baca Juga:Upadate Kasus Konvoi Berujung Ricuh di Kota Jogja, Enam Pelajar Dipulangkan Satu Orang Diperiksa Satresnarkoba

Haedar juga meminta seluruh pihak untuk mengambil langkah integratif untuk mencegah konflik antarpelajar yang seringkali terjadi di Yogyakarta.

Sebab penyebab konflik atau tawuran pelajar tidak melulu karena masalah dari lingkungan sekolah. Namun masalah itu juga terjadi akibat faktor eksternal seperti masuknya siswa ke geng dan adanya arena konflik di luar sekolah.

"Sudah sepantasnya jika perlu ada langkah integratif dari seluruh pihak," tandasnya.

Selain internal Muhammadiyah, Haedar juga meminta Dikdasmen Kota Yogyakarta meningkatkan jaringan pengawasan. Hal ini penting agar setiap sekolah dapat mencegah potensi konflik.

Pembinaan akhlak, karakter, dan aspek spiritual dalam kurikulum pendidikan juga sangat dibutuhkan. Apalagi selama ini orientasi pendidikan terlalu berfokus pada pengembangan kognisi, keterampilan, dan persaingan. Akibatnya aspek moral dan spiritual kurang terbina dengan baik.

Baca Juga:Tujuh Pelajar Diamankan Buntut Tawuran di Kota Jogja, Begini Kronologinya

Persoalan itu terjadi akibat mobilitas sosial yang tinggi di kalangan orang tua dan lembaga pendidikan. Pada akhirnya membuat mereka melupakan perhatian pada anak muda.

"Lingkungan atau ekosistem sosial kita sekarang harus makin peduli pada anak muda, makin peduli pada kaum belia yang sedang bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak