Apalagi jabatan menteri bukan sekadar soal kinerja administratif, tetapi juga moralitas dalam memimpin.
Para pejabat negara harus mengedepankan empati, mengutamakan kepentingan rakyat, dan menjauhi perilaku yang merusak kepercayaan publik.
'Jangan menunjukkan sikap tindak yang sembarangan apalagi menyakiti hati rakyat, belajarlah empati dan peduli pada keadaan dan nasib rakyat yang hidupnya susah," ungkapnya.
Haedar pun berpesan agar para pejabat baru menyingkirkan kepentingan diri maupun kelompok.
Baca Juga:Peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka, Wajah Penindasan Muncul jadi Ancaman Bangsa
Hal itu penting demi menjalankan mandat Presiden dan Konstitusi.
Dengan perombakan kabinet ini, publik menaruh harapan besar agar wajah baru pemerintahan Prabowo dapat menghadirkan solusi konkret atas persoalan rakyat.
"Sisihkan kepentingan diri dan apa pun yang dapat mencederai mandat Presiden untuk berkhidmat seutuhnya bagi rakyat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Jejak Bisnis dan Sejarah di Jantung Muhammadiyah: Tur 3 Kampung Ikonik Yogyakarta