Ribuan Ton Sampah Organik Menggunung di DIY: Mahasiswa UNISA Bergerak, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Pupuk

Setiap hari, Kabupaten Sleman saja memproduksi sekitar 602 ton sampah.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 15 September 2025 | 17:43 WIB
Ribuan Ton Sampah Organik Menggunung di DIY: Mahasiswa UNISA Bergerak, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Pupuk
Ribuan mahasiswa membuat lodok untuk mengatasi sampah organik di Yogyakarta, Senin (15/9/2025). [Kontributor/Putu]
Baca 10 detik
  • Sampah menjadi persoalan yang belum menemukan solusi di DIY
  • Ribuan ton sampah organik di DIY  belum tertangani
  • UNISA hadir ke sejumlah wilayah di Sleman untuk memberikan inovasi penanganan sampah berupa biopori

SuaraJogja.id - Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di DIY.

Padahal pada 2026 mendatang, Pemda DIY memastikan TPA Piyungan tidak akan lagi bisa menampung sampah dari kabupaten/kota di DIY.

Padahal setiap hari, Kabupaten Sleman saja memproduksi sekitar 602 ton sampah.

Dari jumlah itu 47–50 persen di antaranya berupa sampah organik.

Baca Juga:STOP Bakar Sampah! Bupati Bantul Desak Warga Lakukan Ini untuk Selamatkan Lingkungan

Sementara itu, di Kota Yogyakarta potensi timbunan sampah mingguan mencapai 1.423 ton. Sedangkan kapasitas pengolahan hanya sekitar 1.650 ton per minggu.

Artinya, ribuan ton sampah organik belum tertangani secara optimal.

Menjawab tantangan ini, 2.000 mahasiswa baru (maba) Unisa Yogyakarta terjun ke sejumlah dusun di Sleman untuk membantu warga mengolah sampah organik.

Mereka memperkenalkan inovasi sederhana bernama Losida atau Lodong Sisa Dapur serta ember tumpuk dan lubang biopori.

"Losida ini bisa jadi solusi murah dan praktis untuk mengubah sisa makanan menjadi lindi dan kompos," ujar Rektor Unisa, Warsiti di Yogyakarta, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:Jogja Siaga Banjir, Peta Risiko Bencana Diperbarui, Daerah Ini Masuk Zona Merah

Pengolahan sampah organik ini, menurut Warsiti sangat penting.

Sebab seringkali warga justru menyepelekan sampah organik. Karenanya perubahan perilaku merawat lingkungan sangat dibutuhkan.

"Sampah organik sebenarnya mudah diolah, tapi sering disepelekan," ungkapnya.

Program ini, lanjutnya merupakan kelanjutan dari inisiatif pengolahan sampah plastik yang pernah dijalankan sebelumnya.

Tahun ini fokus pengolahan sampah diarahkan pada sampah organik yang selama ini paling banyak dihasilkan rumah tangga.

Mahasiswa membantu warga membuat ember tumpuk yang berisi lapisan tanah dan sampah dapur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak