- Seorang lansia bernama Bajiyo ditemukan meninggal dunia di Hutan Selorejo setelah sempat dilaporkan hilang selama tujuh hari.
- Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif sejak Senin hingga Selasa setelah korban gagal tiba di rumah anaknya.
- Jenazah korban berhasil ditemukan pada koordinat tertentu dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
SuaraJogja.id - Perjalanan seorang lansia menuju rumah anaknya di Kabupaten Gunungkidul berakhir duka. Bajiyo alias Mbah Kasemo (81), warga Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, yang dilaporkan hilang sejak Senin (22/6/2026), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tujuh hari pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (30/6/2026).
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menjelaskan peristiwa bermula ketika Mbah Kasemo berjalan kaki dari rumah seorang tetangganya menuju kediaman anaknya di wilayah Gebang, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari.
Namun, hingga hari berganti, lansia tersebut tak kunjung tiba di rumah tujuan. Keluarga yang khawatir kemudian berupaya mencari secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
"Laporan dari keluarga kemudian kami tindak lanjuti dengan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan," kata Rio dikutip dari ANTARA pada Rabu (1/7/2026).
Baca Juga:Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah
Sejak laporan diterima, puluhan personel SAR bersama unsur relawan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perjalanan korban. Berbagai metode pencarian diterapkan, mulai dari penyisiran darat hingga pemantauan udara menggunakan drone thermal.
Memasuki hari ketujuh operasi, Senin (29/6/2026), area pencarian kembali diperluas. Tim mulai bergerak sejak pukul 08.00 WIB dengan metode **open grid** di kawasan Hutan Selorejo.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.50 WIB. Korban ditemukan di kawasan hutan pada koordinat **8°01'36.1" LS dan 110°33'01.2" BT**.
"Tim SAR Gabungan memulai pencarian sejak pukul 08.00 WIB dengan metode open grid di kawasan Hutan Selorejo. Upaya ini membuahkan hasil ketika pada pukul 10.50 WIB korban ditemukan," ujar Rio.
Sayangnya, saat ditemukan Mbah Kasemo sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan sekitar pukul 12.00 WIB diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga:PRYAKKUM Luncurkan 2 Film Pendek & Buku Saku, Fokus pada Kesehatan Mental Remaja
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari melaksanakan pencarian," ucap Rio.
Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 12.25 WIB. Seluruh personel dari berbagai unsur SAR kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Rio menyebut pelaksanaan operasi pada hari terakhir berlangsung lancar dengan dukungan cuaca cerah, sehingga proses pencarian hingga evakuasi dapat dilakukan tanpa kendala berarti.