BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Sangat Tidak Disarankan, Ancaman Erupsi Masih Tinggi

BPPTKG tegaskan pendakian Gunung Merapi masih ditutup total. Meski erupsi efusif, potensi letusan eksplosif mendadak sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki di area puncak.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 01 Juli 2026 | 14:13 WIB
BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Sangat Tidak Disarankan, Ancaman Erupsi Masih Tinggi
Gunung Merapi saat cuaca cerah. (Istimewa)
Baca 10 detik
  • BPPTKG melarang aktivitas pendakian Gunung Merapi karena adanya potensi erupsi eksplosif yang membahayakan keselamatan para pendaki di area tersebut.
  • Gunung Merapi yang kini dalam fase erupsi efusif dapat memicu lontaran material vulkanik berbahaya sejauh radius tiga kilometer.
  • Balai Taman Nasional Gunung Merapi menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian ditutup hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

SuaraJogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak nekat melakukan pendakian ke Gunung Merapi. Hal ini sebagai respons atas mulai maraknya ajakan di media sosial untuk kembali mendaki gunung api tersebut.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso menuturkan bahwa meski saat ini Gunung Merapi berada dalam fase erupsi efusif, potensi terjadinya erupsi eksplosif secara tiba-tiba masih tinggi. Sehingga aktivitas di sekitar puncak dinilai sangat berbahaya.

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa aktivitas pendakian di Gunung Merapi saat ini sangat tidak disarankan demi keselamatan. Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat terlempar hingga mencapai radius 3 kilometer dari puncak," kata Agus dikutip, Rabu (1/7/2026).

Menurut Agus, radius tersebut mencakup area yang biasa dilalui pendaki. Sehingga siapa pun yang berada di kawasan itu berpotensi terpapar bahaya secara langsung. 

Baca Juga:Rumah Eross Sheila On 7 Kemasukan Ular Kobra, Damkar Sleman Evakuasi Tengah Malam

"Jangkauan ini mencakup area yang biasanya menjadi jalur maupun batas akhir pendakian, sehingga sangat mengancam nyawa siapa pun yang berada di zona tersebut," tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa fase erupsi efusif bukan berarti Gunung Merapi berada dalam kondisi aman. Dalam kondisi tersebut, magma memang keluar ke permukaan secara perlahan.

Namun sewaktu-waktu dapat berubah menjadi erupsi eksplosif apabila saluran keluarnya magma itu tersumbat. Kemudian mengakibatkan tekanan gas di dalam kawah meningkat secara drastis.

Agus menambahkan, sumbatan tersebut dapat menyebabkan akumulasi tekanan gas yang sangat kuat di dalam kawah hingga akhirnya memicu pelepasan energi dalam bentuk erupsi eksplosif secara mendadak. 

"Bahaya ini dapat terpicu apabila jalan keluar magma mengalami sumbatan secara tiba-tiba. Sumbatan tersebut akan menyebabkan akumulasi tekanan gas yang sangat kuat di dalam kawah, yang pada akhirnya dapat melepaskan energi berupa erupsi eksplosif secara mendadak," ujarnya.

Baca Juga:Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah

Peringatan tersebut, kata Agus, didukung oleh rekam jejak aktivitas Gunung Merapi selama ratusan tahun. Berdasarkan catatan historis, tipe erupsi eksplosif merupakan jenis letusan yang paling sering terjadi, termasuk setelah erupsi besar pada 2010.

"Dalam catatan tiga abad terakhir, Gunung Merapi pernah menunjukkan lima tipe erupsi yang berbeda, dan faktanya, tipe erupsi yang bersifat eksplosif adalah yang paling sering terjadi. Bahkan, pasca-erupsi 2010, telah tercatat 32 kali erupsi eksplosif yang didominasi oleh erupsi freatik," tuturnya.

"Oleh karena itu, selama potensi ancaman ini masih tinggi, penutupan aktivitas pendakian di daerah potensi bahaya merupakan langkah mitigasi utama yang harus dipatuhi," pungkasnya.

Tegaskan Masih Ditutup untuk Pendakian

Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi hingga saat ini masih ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan. 

Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan untuk mematuhi rekomendasi dari instansi yang berwenang sekaligus mengutamakan keselamatan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak