- BPS DIY melaporkan kenaikan signifikan jumlah penumpang internasional di Bandara YIA selama bulan Mei 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
- Singapura dan Malaysia menjadi destinasi utama keberangkatan penumpang internasional yang tercatat mencapai 22,31 ribu orang pada Mei 2026.
- Berbeda dengan trafik internasional, jumlah penumpang penerbangan domestik di Bandara YIA justru mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026.
SuaraJogja.id - Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mencatat tren yang kontras pada Mei 2026. Di tengah penurunan jumlah penumpang penerbangan domestik, trafik penumpang internasional justru mengalami lonjakan signifikan, baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, peningkatan paling mencolok terjadi pada keberangkatan penumpang internasional melalui YIA.
"Jumlah penumpang angkutan udara internasional justru tumbuh signifikan, di saat penumpang angkutan udara domestik mengalami penurunan," kata Endang di Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).
BPS mencatat jumlah keberangkatan penumpang internasional pada Mei 2026 mencapai 22,31 ribu orang. Angka tersebut meningkat 33,66 persen dibanding April 2026 (month to month) dan melonjak 53,83 persen dibandingkan Mei 2025 (year on year).
Baca Juga:Jamaah Haji DIY Tak Perlu ke Solo Lagi, Embarkasi Langsung dari YIA Mulai 2026
"Secara kumulatif periode Januari–Mei 2026, jumlah keberangkatan penumpang internasional naik 26,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 65,24 ribu orang menjadi 82,75 ribu orang," katanya.
Untuk rute internasional, Singapura menjadi tujuan keberangkatan terbanyak dengan pangsa 36,73 persen, disusul Malaysia 32,85 persen, sementara Arab Saudi dan negara lainnya menyumbang 30,42 persen.
Tak hanya keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang internasional juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, kedatangan penumpang tercatat sebanyak 17,89 ribu orang, atau naik 18,90 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 17,21 persen dibanding Mei tahun lalu.
"Secara kumulatif Januari–Mei 2026, kedatangan penumpang internasional naik 10,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 73,93 ribu orang menjadi 81,33 ribu orang," ujarnya.
Berbeda dengan penerbangan internasional, kinerja angkutan udara domestik justru mengalami penurunan. BPS mencatat jumlah keberangkatan penumpang domestik dari DIY pada Mei 2026 hanya mencapai 119,13 ribu orang, turun 14,46 persen dibanding April 2026 dan merosot 14,09 persen dibandingkan Mei 2025.
Baca Juga:Antisipasi Delay Pesawat, KAI Bandara Tambah Jadwal Kereta Malam Nataru 2025/2026 ke YIA
"Secara kumulatif Januari–Mei 2026, keberangkatan penumpang domestik juga menurun 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 730,38 ribu orang menjadi 698,03 ribu orang," katanya.
Sementara itu, jumlah kedatangan penumpang domestik pada Mei 2026 tercatat 123,72 ribu orang, turun 4,54 persen secara bulanan dan turun 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Secara kumulatif Januari–Mei 2026, kedatangan penumpang domestik turun 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 729,01 ribu orang menjadi 706,43 ribu orang," katanya.
Meski trafik domestik mengalami perlambatan, YIA tetap menjadi pintu utama transportasi udara di DIY. Pada Mei 2026, bandara yang berada di Kabupaten Kulon Progo tersebut masih mendominasi keberangkatan penumpang domestik dengan pangsa 94,71 persen, sedangkan 5,29 persen sisanya dilayani melalui Bandara Adisutjipto.