Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Buruh pengupas bawang di Pasar Beringharjo protes pernyataan Presiden Prabowo yang sebut upah Rp700rb/kg. Faktanya, mereka hanya digaji Rp3.000/kg.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
Buruh pengupas bawang di Pasar Beringharjo, Kamis (20/8/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Ngatiyem dan Lastri memprotes pernyataan Presiden Prabowo mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram.
  • Kedua buruh tersebut hanya menerima upah sebesar Rp3.000 per kilogram dari hasil mengupas bawang di Pasar Beringharjo.
  • Pernyataan presiden tersebut membuat pelanggan takut menggunakan jasa mereka sehingga menurunkan pendapatan harian para buruh.

Padahal, setiap kilogram bawang yang dikupas harus dikerjakan dengan tenaga dan waktu. Mata pedih karena bawang pun sudah menjadi bagian dari keseharian.

Terlebih mereka juga mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan dari aktivitas berdagang di pasar. Sayuran lain yang mereka jual pun tidak selalu laku banyak. Bayam, misalnya, hanya bisa terjual sekitar dua sampai tiga ikat pada kondisi tertentu.

Karenanya para pedagang berharap program pemerintah, termasuk MBG juga memberi ruang lebih besar bagi pedagang pasar tradisional. Sebab yang mereka rasakan, tingginya kebutuhan bahan pangan dalam program MBG ternyata tidak banyak diserap dari pedagang pasar.

“MBG pas jalan malah pedagang tidak payu (laku-red),” keluhnya.

Baca Juga:Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar GSM Bertema "Noesantara 45" Sambut HUT ke-81 RI

Menurut Lastri, program dengan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar semestinya bisa ikut menggerakkan pedagang kecil. Bawang, sayuran, dan kebutuhan pangan lainnya merupakan komoditas yang sehari-hari mereka jual.

Mereka bahkan khawatir jika pembelian bahan pangan lebih banyak terserap dari jalur tertentu, pedagang kecil di pasar tradisional justru semakin kesulitan.

"Padahal kan butuhe banyak, butuh brambang, butuh sayuran. Tapi pedagang tidak payu," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:13 Terdakwa Little Aresha Akhirnya Disidang, Orang Tua Korban Desak 4 Pelaku Lain Diproses Hukum

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak