MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah

Pakar hukum UMY sebut putusan MK tolak diskualifikasi Gibran sudah tepat karena salah alamat dan lewat waktu. Namun, hal itu bisa jadi pintu masuk pemakzulan.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:39 WIB
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah
Pakar hukum UMY, King Faisal Sulaiman. (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Pakar hukum UMY, King Faisal Sulaiman, menilai penolakan gugatan diskualifikasi Gibran oleh MK pada 7 Oktober 2026 sudah tepat.
  • Gugatan Denny Indrayana dinilai salah alamat karena tahapan Pemilu 2024 telah usai dan melewati batas waktu ketat PHPU.
  • Persoalan dokumen pendidikan Gibran secara teoritis dapat membuka ruang pemakzulan di DPR, meski sulit terwujud akibat konfigurasi politik parlemen.

Sebab meski permohonan diskualifikasi ditolak, persoalan mengenai syarat pendidikan Gibran dapat memiliki implikasi berbeda apabila nantinya masuk dalam mekanisme impeachment.

"Sekalipun gugatan permohonan para pemohon ditolak, diskualifikasi enggak dikabulkan dan poin-poin lain seterusnya, tetapi argumentasi di balik putusan MK yang semalam itu menariknya karena MK membenarkan bahwa ijazah wakil presiden ini memang terbukti tidak bisa dipertanggungjawabkan lalu dibuktikan," tandasnya.

King Faisal mengatakan, persoalan tersebut menurutnya berkaitan dengan apakah Gibran memiliki dokumen pendidikan yang memenuhi persyaratan minimal sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Karenanya King Faisal menilai persoalan tersebut secara teoritis dapat menjadi ruang bagi proses impeachment. Namun impeachment berbeda dengan PHPU dan bukan mekanisme yang bisa dijalankan langsung oleh warga negara biasa.

Baca Juga:KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT

"Ini menurut saya memberikan ruang bagi pintu impeachment. Tapi impeachment ini proses politik. Proses politik ini ada di Senayan, ada di DPR. Bolanya ada di sana, bukan di warga negara biasa," jelasnya.

Ia menjelaskan, proses pemakzulan bukan perkara sederhana karena membutuhkan prosedur ketatanegaraan dan konfigurasi politik. Artinya ada atau tidaknya political will dari partai-partai politik di parlemen akan menjadi faktor penting.

"Kalau partai yang ada di Senayan itu mau, kuncinya begitu. Kalau punya political will, ini menjadi pintu masuk," katanya.

Namun, King Faisal mengaku pesimistis jika melihat konfigurasi politik di parlemen saat ini. Koalisi besar yang dibangun oleh pemerintahan Prabowo Subianto  sama sekali sedikit menyisakan ruang oposisi di parlemen.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat parlemen relatif sulit diharapkan merespons celah atau pintu impeachment yang secara teoritis dapat muncul dari persoalan tersebut.

Baca Juga:UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

"Parlemen kita ini agak susah diharapkan mampu merespons tindak lanjut dengan celah atau pintu impeachment yang saya masukkan tadi," paparnya.

Gibran Diminta Tunjukkan Ijazah

Namun, lanjutnya putusan MK tersebut tidak serta-merta mengakhiri polemik. Justru, Gibran dinilai perlu membuka bukti pendidikan yang memenuhi syarat minimal SMA atau sederajat untuk menjawab keraguan publik.

Hal itu penting meski Gibran telah memberikan tanggapan dengan menyatakan dirinya pernah menempuh pendidikan hingga lulus S1 di Singapura. Sebab pernyataan tersebut belum otomatis menjawab persoalan yang menjadi standar verifikasi syarat pencalonan.

Ia menjelaskan, MK tidak serta-merta menyatakan Gibran tidak memiliki ijazah karena permohonan yang diajukan memang tidak meminta MK memutus hal tersebut secara langsung.

"Kenapa MK tidak kemudian tegas memutus bahwa dia tidak memiliki ijazah? Karena memang enggak diminta oleh pemohon. Di dalil itu yang dimintakan hanya diskualifikasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak