Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Sebagai perbandingan, secara nasional tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2026 tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Andi Ahmad S
Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:37 WIB
Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan OJK DIY dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Inklusi keuangan DIY pada 2026 mencapai 98,74 persen, tetapi literasinya tertinggal di angka 76,44 persen.
  • Sebanyak 18.637 debitur di DIY mengakses pembiayaan senilai Rp1,5 triliun dari 55 lembaga jasa keuangan.
  • OJK DIY menggencarkan program edukasi untuk memperkecil kesenjangan akses dan meningkatkan pemahaman risiko keuangan masyarakat.

Tingginya penyaluran pembiayaan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh penerima kredit telah memahami risiko produk keuangan yang digunakan. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting untuk memastikan akses keuangan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk memperkecil kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan, OJK DIY terus mendorong berbagai program edukasi selama pelaksanaan BIK 2026.

Salah satunya melalui edukasi digitalisasi keuangan kepada pelajar SMA. Program Guru Tulis atau Guru Tuntas Literasi juga telah menjangkau 799 sekolah dengan total 14.129 pelajar.

Selain itu, OJK DIY menyelenggarakan 278 kegiatan edukasi keuangan umum yang diikuti 7.391 peserta dari berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga:66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, termasuk kemampuan mengenali risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menilai tingginya inklusi keuangan merupakan perkembangan positif. Menurutnya, masyarakat yang mengakses produk keuangan, termasuk kredit, perlu memahami manfaat sekaligus risiko yang menyertainya.

"Saya kira itu bagus ya, dalam arti bagus inklusinya, karena inklusinya sudah 98 persen, berarti dia paham berisiko. Nah, bisa ngambil manfaat, ada risiko dia juga sudah paham," kata Sultan.

Sultan juga menyoroti perubahan karakteristik generasi yang dinilai turut memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

Menurutnya, generasi muda dengan latar belakang pendidikan yang lebih baik berpotensi lebih cepat memahami manfaat dan risiko produk keuangan.

Baca Juga:Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

"Kalau dulu mungkin pengetahuannya kurang, kalau sekarang milenial, dia punya background pendidikan, jadi mungkin lebih cepat dia mengerti terhadap manfaat dan risiko," ujarnya.

Meski demikian, perluasan akses keuangan tetap perlu diiringi peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada manfaat produk keuangan, tetapi juga mampu mempertimbangkan risiko dan konsekuensi dari setiap keputusan finansial.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak