Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global

Usulan MSCI ubah status pasar Indonesia ke standalone harus direspons pemerintah bukan hanya lewat pembenahan teknis bursa, tapi juga strategi ekonomi global.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:36 WIB
Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global
Ilustarsi MSCI [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Baca 10 detik
  • MSCI mengusulkan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market pada 15 Oktober 2026 akibat masalah transparansi.
  • Dosen UMY Ayif Fathurrahman menyatakan pemerintah harus memperhatikan dinamika ekonomi dan geopolitik global dalam merespons usulan tersebut.
  • Pemerintah didesak memperbaiki integritas pasar modal sekaligus memperkuat strategi jangka panjang guna menjaga kepercayaan investor internasional.

Sementara itu, negara-negara anggota BRICS mendorong pembahasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan serta pengembangan konektivitas sistem pembayaran lintas negara.

Menurut Ayif, perkembangan tersebut memperlihatkan persaingan ekonomi global tidak hanya berlangsung melalui perdagangan barang dan jasa. Sistem keuangan, arus investasi, dan kepercayaan terhadap pasar juga menjadi bagian penting dari persaingan tersebut.

"Dalam situasi itu, Indonesia perlu memperhitungkan dampak perubahan ekonomi global terhadap kebijakan investasi dan pengembangan pasar modal nasional," ungkapnya.

Respons pemerintah terhadap usulan reklasifikasi MSCI, lanjutnya tidak cukup hanya dengan memperbaiki indikator yang menjadi sorotan. Pemerintah juga perlu membangun strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tahan pasar keuangan nasional.

Baca Juga:KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT

Transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, pengawasan transaksi dan penegakan hukum harus menjadi prioritas. Pembenahan itu penting agar pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan mampu menjaga kepercayaan investor.

Pada saat bersamaan, pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing perusahaan nasional perlu diperkuat agar perekonomian tidak terlalu rentan terhadap perubahan sentimen maupun arus modal global karena keterbukaan terhadap investasi internasional tetap diperlukan. 

"Namun, keterbukaan tersebut harus disertai kemampuan negara menentukan prioritas pembangunan dan menegakkan aturan secara konsisten," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak