- Pemerintah Kota Yogyakarta membuka Sarkemfest 2026 di trotoar Stasiun Yogyakarta untuk merayakan HUT ke-270 kota tersebut pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Festival yang mengusung tema Lintas Waktu Malioboro ini menampilkan perpaduan sejarah, seni keroncong, kuliner, dan bazar kreatif.
- Acara ini bertujuan memberdayakan UMKM lokal dan menggerakkan ekonomi warga agar wisatawan memberikan dampak finansial secara langsung.
SuaraJogja.id - Keramaian wisata di Kota Yogyakarta terus berlanjut. Kali ini gelaran Sarkemfest 2026 digelar di sepanjang trotoar Stasiun Yogyakarta yang dibuka Sabtu (24/10/2026) malam.
Festival ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Kali ini tema yang diusung "Lintas Waktu Malioboro, Cerita Kereta, Rasa dan Karya".
Festival ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan foto-foto wisatawan. Lebih dari itu, geliat pariwisata harus mampu menggerakkan ekonomi warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Malioboro dan Pasar Kembang.
"Kawasan Stasiun Yogyakarta, Malioboro, dan Pasar Kembang menjadi bagian dari narasi yang diangkat untuk memperlihatkan perjalanan serta dinamika kawasan tersebut," papar Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori yang membacakan sambutan Wawali Kota Yogyakarta di Royal Malioboro by Aston, Yogyakarta, Sabtu Malam.
Baca Juga:7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!
Menurutnya keterhubungan antara penyelenggaraan festival, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat sangat dibutuhkan. Karenanya Sarkemfest menghadirkan perpaduan cerita sejarah, kuliner, musik keroncong, bazar, serta beragam aktivitas seni.
Festival ini juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali cerita kawasan sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk dan kreativitas mereka.
Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu perhatian utama.
"Pemerintah Kota Yogyakarta berharap momentum keramaian wisata mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga, bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan," paparnya.

Pelaku UMKM pun lanjutnya didorong untuk menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, membangun identitas usaha, serta memanfaatkan teknologi guna memperluas jangkauan pasar. Dengan demikian, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan dibeli wisatawan.
Baca Juga:Mobil Wisatawan Nyaris Dirampas Debt Collector di Jogja, Polisi Ungkap Pangkal Masalah
Di sisi lain, Sarkemfest menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi daya tarik yang memperkuat karakter pariwisata Yogyakarta. Musik keroncong, kuliner, dan karya kreatif warga bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari identitas kota yang terus berkembang.
Kolaborasi pemerintah, PT KAI, dunia usaha, seniman, dan masyarakat menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan semacam ini. Tantangannya adalah memastikan bahwa manfaat festival tidak hanya terasa selama acara berlangsung, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas pasar bagi pelaku ekonomi lokal.
Melalui Sarkemfest 2026 yang digelar hingga akhir Oktober 2026 ini, perayaan usia ke-270 Kota Yogyakarta menjadi momentum untuk mempertemukan sejarah, budaya, dan ekonomi warga.
"Harapannya, wisatawan tidak hanya membawa pulang kenangan tentang Malioboro, tetapi juga ikut menggerakkan usaha masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kota," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi