Baca 10 detik
- Pakar politik UMY Zuly Qodir menyatakan gelombang demonstrasi di berbagai daerah terjadi karena pemerintah lambat merespons aspirasi publik pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Presiden beserta jajaran pemerintah didesak agar serius mendengarkan suara rakyat demi mencegah potensi perluasan demonstrasi dan jarak antara pemerintah dengan masyarakat.
- Situasi demonstrasi yang memburuk berisiko memicu ketegangan, benturan, serta penggunaan pendekatan keamanan yang keras apabila aspirasi warga terus diabaikan.
Menurut Zuly, situasi tersebut perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi benturan. Dia juga mengingatkan kemungkinan penggunaan pendekatan keamanan yang keras ketika demonstrasi meluas.
"Jadi, kemungkinan menggunakan cara yang disebut militeristik menjadi sangat mungkin ketika nanti warga masyarakat semakin banyak bergerak untuk demonstrasi," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Demo di Jogja Kembali Ricuh, Sri Sultan Sentil Aksi Rusak Fasilitas Publik