SuaraJogja.id - Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat di dua wilayah Yogyakarta setelah terjadinya banjir dan tanah longsor pada Minggu (17/3/2019). Bencana banjir dan tanah longsor itu menyebabkan tiga korban tewas dan dua orang dinyatakan hilang.
"Bantul dan Gunung Kidul sudah mengeluarkan status darurat. Artinya mereka siap menangani itu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di Komplek Kantor Gubernur DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (19/3).
Pemerintah setempat juga telah menerapkan manajemen kebencanaan, mulai dari penanganan pengungsi, manajemen logistik, evakuasi, hingga penyelamatan korban.
Sementara, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum menetapkan tanggap darurat untuk wilayahnya. Kondisi saat ini dinilai belum memenuhi kriteria tanggap darurat.
Pemerintah Provinsi DIY terus memberikan dukungan logistik dan sosial. "Kami sudah drop logistik, dari BPBD juga demikian. Dinas Pekerjaan Umum (PU) memberikan dukungan teknis di lapangan," kata Gatot.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Yogyakarta selama sehari, yakni Minggu (17/3), memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo.
Kejadian ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia, dua orang masih belum ditemukan, dan ribuan orang mengungsi. Sebagian pengungsi kini telah kembali ke rumah. Sebagian lain bertahan di lokasi pengungsian maupun sanak keluarga.
Kontributor : Sri Handayani
Baca Juga: Dibuat Susah Payah oleh Wakil Sri Lanka, Tontowi: Kami Telat Panas
Berita Terkait
-
Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi dari Banjir Tuai Pujian Warganet
-
Banjir Yogyakarta - Jateng, 2 Tewas, 7.240 Orang Mengungsi
-
Banjir di Bantul, Rumah Bupati Ikut Terendam
-
Banjir Sentani, Anggota TNI Selamatkan Bayi yang Terhimpit di Kolong Rumah
-
Debit Air Sungai Meningkat, Warga Yogyakarta Diminta Waspada
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata